Metropolis

Bupati Inhil Keluarkan Edaran Terkait Kegiatan Amaliah Ramadhan Dimasa Pandemi Covid-19

INHIL, RIAULINK.COM - Dalam rangka mendukung fungsionalisasi rumah ibadah pada masa pendemi covid-19, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM. Wardan Keluarkan Surat Edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan Amaliah Ramadhan dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman covid-19 masa pandemi tahun 2021/ 1442 h di Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam surat edaran Nomor : 010/Kesra/458.31 Tertanggal (29/03/2021) disebutkan bahwa umat islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan dengan baik berdasarkan ketentuan fiqih ibadah.

"Dan untuk pelaksanaan ibadah sholat tarawih dianjurkan untuk dikerjakan secara individu atau berjamaah bersama keluarga dirumah," Sebutnya dalam surat edaran.

Lanjutnya, Bupati Inhil menjelaskan dalam surat edaran tersebut bahwa ada beberapa kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah dalam pelaksanaan Amaliah Ramadhan.

1. Pelaksanaan kegiatan ibadah di Masjid dan Mushallah pada bulan Ramadhan harus menerapkan protokol kesehatan;
2. Menyiapkan Petugas/Pengurus Mesjid untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah;
3. Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area rumah ibadah;
4. Membatasi jumlah pintu/ja'ur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
5. Menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/ hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah;
6. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5'C (2kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak
diperkenankan memasuki area rumah ibadah;
7. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;
8. Melakukan pengaturan jumlah jamaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;
9. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah, waktu pelaksanaan ibadah shalat Isya, tarawih dan santapan rohani Ramadhan diatur semaksimal mungkin tidak melebihi 75 (tujuh puluh lima) menit, disarankan
sebelum pukul 21.00 seluruh rangkaian kegiatar. sudah selesai;
10. Memasang himbauan penerapan protokol keschatan di area rumah
ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat; dan
11. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.

Lebih lanjut, Bupati Inhil menyebutkan bahwa Silaturrahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan dihari raya idul fitri
bisa dilakukan dengan mengikuti Protokol Keschatan yang ketat.

"Sementara, Pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah, zakat mall, infak dan sadaqah
dapat menggunakan sistem jemput antar tanpa mengumpulkan massa," Sebut HM
Wardan dalam surat edaran.

Tambahnya, Bupati Inhil menyebutkan bahwa untuk Pemberian santunan kepada pakir miskin dan anak yatim diantar lansung kepada yang bersangkutan dan tidak dipanggil dan di umumkan di Masjid/Mushalla.

"Dan untuk Petugas yang melalukan penyaluran zakat fitrah agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih
sekali pakai (tissue), berusaha untuk selalu menciptakan dan menjaga kondusifitas kehidupan keberagamaan dengan tetap mengedepankan ukhwah islamiyah, ukhwah wataniyah dan ukhwah basyariyah dan Senentiasa memperhatikan intruksi Pemerintah Pusat dan Daerah setempat
terkait pencegahan dan penanganan covid-19," ungkap Bupati Inhil dalam surat edaran.

Terakhir, Bupati Inhil menghimbau Kepada Camat, Ka KUA, Lurah, Kades, Tokoh Agama, Pemuka dan Femangku Adat, Tokoh Masyarakat diharapkan ikut membantu Pe merintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir dalam memberikan pencerahan kepada seluruh masyarakat untuk bersinergi dalam mengantisifasi Pandemi Covid-19. (Jb)