Metropolis

Dekat dengan Tembilahan, Kampung Bantalan Tak Kunjung Dialiri Listrik, Anak Mengaji Pakai Lampu Colok

TEMBILAHAN, RIAULINK.COM - Berada tidak jauh dari pusat Kota Tembilahan tidak membuat Kampung Bantalan terang benderang seperti Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tersebut.

Meskipun masih berada di Kecamatan Tembilahan, Kampung Bantalan, Kelurahan Sungai Perak masih belum teraliri listrik secara reguler.

Hal ini tentu saja sangat ironis melihat geografisnya masih sangat dekat dengan Pusat Ibukota Kabupaten Inhil, dimana Kampung Bantalan berada di daratan seberang Tembilahan dan hanya dibatasi oleh Sungai Indragiri Tembilahan.

Saat ini masyarakat Kampung Bantalan hanya mengandalkan mesin genset dan lampu minyak tanah untuk melakukan aktivitas sehari – seharinya.

Kondisi semakin memprihatinkan pada saat anak – anak setempat mengikuti kegiatan mengaji di malam hari, karena hanya mengandalkan penerangan seadanya menggunakan lampu lilin, aki cas atau lampu colok minyak tanah (pelita).

Belum lagi jalan lintas kampung yang gelap karena minimnya penerangan sehingga menjadi permasalahan penting bagi warga.

Masyarakat setempat melalui pihak desa pun telah mengajukan instalasi aliran listrik di Kampung Bantalan melalui proposal kepada pihak PLN.

Menurut Ketua Pemuda Kampung Bantalan Kelurahan Sungai Perak, Salimin, pendataan telah dilakukan oleh pihak PLN 3 tahun yang lalu, namun belum juga terealisasi hingga saat ini.

“Hingga kini belum juga, pasokan listrik yang diharapkan tak kunjung direalisasikan. Semoga kampung kami ini cepat teraliri listrik, biar warga bisa lebih mudah melaksanakan kegiatannya,” ungkap Salimin, Jum’at (26/3).

Senada dengan Salimin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Perak, Bripka Dedek Kurniawan menuturkan, masyarakat Kampung Bantalan ingin sekali mendapatkan aliran listrik dari PLN.

Apalagi aktivitas masyarakat yang pada umumnya dilakukan malam hari, khususnya bagai anak anak yang belajar dirumah, mengaji di surau, pengajian, dan aktifitas lain sebagainya.

“Semoga pemerintah daerah dan pihak PLN bisa memberikan perhatian terhadap kondisi kelistrikan di Kampung Bantalan ini, sehingga bisa terang benderang menerangi aktfitas masyaraka,” pungkasnya.

Namun kondisi ini tidak hanya terjadi di Kampung Bantalan saja, karena masih banyak kampung, dusun atau desa di Kabupaten Inhil yang belum bisa menikmati listrik.

Menurut Manager PT. PLN (Persero) ULP Tembilahan, M. Hosen, sampai saat ini masih banyak dusun, desa atau kampung disekitar Tembilahan yang belum teraliri listrik, tetapi telah masuk program berkelanjutan PLN.

“Semuanya punya hak mendapatkan listrik dan proses pemasangan jaringan listrik saat ini masih berjalan. Sudah menjadi perhatian, tapi belum sampai kesana dan masih banyak kendala. Apalagi daerah yang dilewati jaringan, itu prioritas itu, banyak daerah seperti itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Pekanbaru.

Meskipun begitu, Hosen juga meminta dukungan masyarakat untuk lebih pro aktif membantu PLN dalam proses membangun jaringan listrik di desanya yang masuk proyek listrik PLN.

“Kita butuh percepatan. Saat satu dusun menunggu, sementara dusun yang dalam pengerjaan jaringan terkadang kurang pro aktif membantu penebangan pohon yang di lewati jaringan,” ucapnya.

M Hosen menambahkan, persoalan ini juga bukan tanggung jawab PLN semata, karena banyak instansi dan pihak terkait lainnya seperti Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau yang juga bisa berperan dalam mengaliri listrik kepada masyarakat.

“Seluruh masyarakat punya hak mendapatkan listrik, kita juga butuh anggaran. Kita mohon dukungan dari masyarakat dan khususnya juga kepada instansi terkait lainnya,” pungkas Hosen.