Politik

Tim Pasangan Halim-Komperensi Dukung Hasil Pilkada Kuansing

KUANSING, RIAULINK.COM - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kuantan Singingi pada 20 Februari 2021 telah menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Andi Putra-Suhardiman Amby sebagai pemenang pilkada serentak. 

Penetapan ini berlangsung di aula KPU Kuansing. Setelah penetapan ini kemudian dijadwalkan pelantikan yang akan dilangsungkan pada 21 Juni 2021 mendatang.

Pasangan calon Halim-Komperensi yang sebelumnya sempat menggugat ke Mahkamah Konstitusi menerima penetapan oleh KPU ini. Pihak Halim berjanji menjaga keamanan dan ketertiban di Kuansing. 

Hal ini disampaikan oleh Jeki SE selaku direktur saksi dan LO resmi pasangan calon Halim-Komperensi. Pria yang juga sebagai sekretaris eksternal DPC PDI Perjuangan Kuansing ini menyatakan siap mensukseskan pelantikan pasangan terpilih. 

"Mendukung hasil Pilkada Kuansing serta mendukungPolda Riau dan Polres Kuansing dalam menjaga kondusivitas Kamtibmas," katanya, Jumat (5/3/2021).

Sebagaimana diketahui, Jeki pada 19 Desember tahun lalu bersama pasangan Halim-Komperensi mengajukan gugatan ke MK  dengan Nomor 61/PAN.MK/AP3/12/2020. Berkas permohonan tersebut telah dicatat dalam Buku Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik (e-BP3).

Mereka minta pembatalan keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kuantan Singingi Nomor Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Kuantan Singingi Tahun 2020 pada 16 Desember 2020.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil pleno KPU Kuansing pasangan nomor 1 Andi Putra-Suhardiman Amby (ASA) meraih 70.238 suara. Paslon urut 3, H Halim-Komperensi SP MSi (HK) berada di posisi kedua dengan raihan 52.383 suara dan Paslon urut 2, H Mursini-Indra Putra (Bermitra) di posisi ketiga dengan perolehan 36.985 suara.

Pasangan calon Halim-Konferensi tidak hanya mempersoalkan perselisihan hasil perolehan suara. Namun saja juga mempersoalkan adanya pelanggaran dan kecurangan terhadap asas jujur dan adil yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif dalam penyelenggaraan pilkada Kuansing.

Pasangan Halim-Komperensi menilai perhitungan suara oleh KPU bertentangan dengan asas pemilu yang luber dan jurdil. Keduanya sebagai pemohon menilai KPU sebagai termohon bukan cerminan dari aspirasi kedaulatan rakyat tetapi karena pemberian janji-janji kepada pemilih luar. 

Selain itu, diperkuat dengan adanya keterlibatan oknum kepala desa, tindakan money politik, kampanye hitam/ ujaran kebencian di media sosial yang merugikan pemohon

Namun pihak mahkamah konstitusi menolak semua gugatan yang layangkan oleh pihak paslon nomor urut 2 Halim-Komperensi dengan alasan tidak cukup bukti. (RLS)