Hukrim

Komplotan 'Bajak Laut' di Perairan Palongan, Inhil Ditangkap

INHIL, RIAULINK.COM - Polres Inhil berhasil mengamankan 3 orang pelaku tindak pidana Pencurian disertai dengan kekerasan (Curas) yang terjadi perairan Palongan Desa Kuala Gaung pada hari Jum'at (05/02/2021).

Kapolres Inhil, AKBP Dian Setiawan melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing menyebut bahwa sampai hari ini baru 3 pelaku yang berhasil diamankan dari 8 orang pelaku.

"Dari 3 orang yang diamanankan, 2 orang merupakan pelaku utama yakni yakni H (40) warga Teluk Pinang dan R (32) warga Desa Kuala Patah Parang. Sementara 1 orang yang turut diamankan adalah F (50) warga Desa Batang tumu karena menyediakan Senjata apai yang dugunakan dalam melancarkan aksi Curas tersebut," Sebutnya saat Press Release, Kamis (04/03/2021).

Tambahnya, AKP Indra menjelaskan bahwa saat ini 5 Pelakau lainnya masih dalam dalam pencarin dan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lanjutnya, AKP Indra menyebut bahwa dari penangkapan terhadap 3 Pelaku curas ini Polres Inhil berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa uang tunai Rp. 11.200.000,- , 2 Pucuk Senjata Api Rakitan,
2 buah potongan selang minyak Speed Boad, 1 unit speed boat yang sudah dalam keadaan terbakar yang mana sebelumnya digunakan pelaku saat melancarkan aksinya, serta 1 unit sepeda motor dan 1 buah gelang emas seberat 4 ½ Mayam yang dibeli pelalu dari hasil Curas.

"Akibat Perbuatannya H dan R diancam hukuman paling lama 12 Tahun karena melanggar pasal 365 ayat 2 (KUHP), Sementara F karena melanggar Pasal 1 UU RI No.12 tahun 1951 tentang UU Darurat maka dapat diancam hukuman paling lama 20 Tahun," Jelasnya.

Lebih Lanjut, AKP Indra Menjelaskan bahwa terdapat 4 orang Korban dalam peristiwa Curas tersebut.

"Korban pertama adalah AA (47) warga desa batang tumu dengan total kerugian Rp. 175.000.000,- , korban kedua B (47) Warga Kelurahan Tembilahan dengan kerugian Rp. 40.000.000,- , korban ketiga adalah S (28) warga Desa Batang Tumu dengan kerugian Rp. 3.000.000,- dan Emas 4½ mayam, korban terakhir adalah SMR (50) warga Desa Batang Tumu dengan total kerugian Rp.1.300.000,-. Sehingga total kerugian dalam kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp 237.000.000,- . (Jb)