Hukrim

Satu Eskavator 'Tak Bertuan' di Rohul Diamankan

ROHUL, RIAULINK.COM - Personel Polhut dan Kasi Perlindungan, KSDAE dan pemberdayaan masyarakat UPT KPH Rokan Hulu, Johan Wibowo, mengamankan 1 Unit alat berat jenis exavator merek Volvo yang sedang beroperasi di Hutan Desa Sungai Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Senin (1/3/ 2021) sekitar pukul 13.30 WIB.

Alat berat tersebut saat diamankan petugas sedang bekerja lean clearing di kawasan Hutan Desa milik Desa Sungai Salak, sementara operatornya tidak berada di lokasi saat dilakukan pengamanan.

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rokan Hulu Dendy Saputra SH M.Si didampingi Kasi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Rokan Johan Wibowo menjelaskan, ketika sedang patroli keliling ada indikasi karlahut sekitar pukul 13.30 WIB, saat itu mereka menemukan adanya alat berat jenis eksavator merk Volvo tanpa diketahui pemiliknya. "Alat berat itu sedang melaksanaan lean clearing di kawasan Hutan Produksi Terbatas Haiti- Kubu Pauh (hutan desa Sungai Salak)," katanya.

Dendy menambahkan, ketika patroli titik koordinat alat berat berada di dalam area kerja LP Sungai Salak yang merupakan hutan produksi terbatas yang pengelolaannya dari ibu Menteri diberikan izin sesuai dengan SK perubahan sosial.

"Namun sampai detik ini, pihak pemerintah Desa Sungai Salak belum ada penyusunan rencana pengelolaan hutan Desa tersebut, sehingga aktivitas penggunaan alat berat di situ menjadi barang yang diharamkan tetap mengacu ke Permen LHK nomor 83 Perdirjen PSKL nomor 16 tentang pengelolaan hutan Desa. Penggunaan alat berat dalam kawasan hutan merupakan hal yang tidak boleh dilakukan," tegas Johan.

Dia menambahkan Alat berat yang sudah diamankan, nantinya akan diamankan dan dibawa ke Markas Polhut Riau di Pekanbaru.

Ditempat terpisah, Kades Sungai Salak Haryanto Siregar sa'at dikonfirmasi terkait keberadaan alat berat yang sedang beroperasi di lahan Hutan Desa, dirinya.mengaku tidak tau menahu.

Namun diakuinya, bahwa rencana kegiatan pengelolaan 2.405 hektar hutan Desa di Sungai Salak belum dilakukan. dan atas ditangkapnya satu unit alat berat yang sedang lean clearing di hutan Desa tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Desa Sungai Salak, dan itu dilakukan oknum pribadi.

"Kita belum melakukan kegiatan program apapun terkait pengelolaan hutan desa di Sungai Salak. Jadi alat berat tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan desa. Saya juga tidak mengetahui siapa pemilik alat berat tersebut," ujar Anto Kades Sungai Salak mengakhiri.(ebn)