Hukrim

Tidak Terbukti Bersalah, Mak Gadi Sang Bandar Narkoba di Inhu Dibebaskan Majelis Hakim PN Rengat

Penasehat Hukum Terdakwa Mak Gadi, Hafizon Ramadhan SH.

INHU, RIAULINK.COM - Setelah menyita waktu yang sangat panjang, Majelis Hakim PN (Pengadilan Negeri) Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menjatuhkan vonis bebas terhadap Hj Nurhasanah alias Mak Gadi.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Rengat tersebut, bertolak belakang dari tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara, denda Rp1 Miliar, subsider 6 bulan penjara.

Pasalnya, terdakwa sendiri santer disebut - sebut sebagai bandar narkoba kelas kakap yang ada di daerah itu. Yang mana, terdakwa ditangkap bersama dua anak kandung dan tiga orang menantunya.

"Terdakwa Hj Nurhassanah alias Mak Gadi Binti H Sultan Abidin (alm), tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu dan dakwaan altematif kedua."
Demikian diungkapkan Ketua Majelis Hakim PN Rengat, Debora Manullang yang didampingi Adityas Nugraha dan Santi Puspitasari, selaku hakim anggota dalam sidang putusan, Kamis (25/2/2021) di PN Rengat.

Selain itu, dalam amar putusannya majelis hakim juga membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum, dan selanjutnya memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan setelah putusan diucapkan.

Tidak itu saja, majelis hakim juga menetapkan barang bukti berupa 1 bungkus sabu dimusnahkan, 1 unit HP jenis OPPO dirampas untuk negara dan 1 unit HP jenis Samsung dikembalikan kepada terdakwa dan membebankan biaya perkara kepada negara, tutup majelis hakim.

Sebagai mana diketahui, selama persidangan berlansung, terdakwa Mak Gadi didampingi, Hafizon Ramadhan selaku kuasa hukum terdakwa.

"Sebagai penasehat hukum, kami menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim, karena hal ini sudah sesuai dengan apa yang ada dalam fakta persidangan," ujar Hafizon.

Yang mana, dalam pakta persidangan bahwa, M Taher alias Uniang selaku saksi dalam perkara ini, sudah mencabut BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terkait pernyataan yang mengatakan bahwa, dirinya membeli narkoba tersebut dari Mak Gadi, melainkan dari orang lain.

Atas pencabutan BAP tersebut oleh saksi M Taher alias Uniang, sehingga jeterang saksi berdiri sendiri dan tidak dapat dijadikan alat bukti.

Tidak itu saja sambung Hafizon, dari keterangan beberapa saksi yang dihadirkan dalam persidangan, tidak satu orangpun yang menerangkan bahwa mereka pernah melihat secara langsung terdakwa melakukan transaksi narkoba.

"Untuk diketahui, pada saat terjadi penggeledahan dan penangkapan yang dilakukan aparat penegak hukum, tidak dijumpai barang bukti berkaitan dengan narkotika terhadap diri terdakwa," terang Hafizon.

Sehingga lanjutnya, sebagaimana yang tertuang dalam pasal 191 KUHAP, hakim harus memutus terdakwa bebas dari dakwaan, tutup praktisi hukum lulusan UII (Universitas Islam Indonesia) tersebut.

Sebelumnya terhadap terdakwa Mak Gadi, JPU Kejari Inhu menuntut terdakwa Mak Gadi dengan Pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009, tentang pemberantasan narkoba dengan pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. (Jefri)