Metropolis

Sumbang Hasil CPO Terbesar ke Pusat, Namun Dumai Hanya Terima Jalan Rusak

Keterangan foto : kondisi jalan yang berlubang diakibatkan kendaraan dengan tonase besar lalu lalang melewati jalan utama menuju lokasi area industri di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan

DUMAI, RIAULINK.COM - Kota Dumai salah satu daerah di Provinsi Riau penyumbang aset terbesar ke Pemerintah Pusat.

Khususnya dari perusahaan penghasil pengolahan minyak sawit atau crude palm oil (CPO), diketahui Dumai telah menghasilkan Rp400 triliun per tahunnya yang diserahkan ke pusat, hanya saja Dumai tak menerima sepeser pun dari hasil CPO tersebut.

Bahkan apa yang diterima oleh Dumai, hanyalah jalan rusak akibat kendaraan bertonase tinggi milik perusahaan acap kali lalu lalang melintasi Kota Dumai menuju lokasi industri, ditambah lagi masih banyak masyarakat Dumai yang masih menganggur.

Hal ini sungguh disesalkan oleh anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Riau, Misharti saat bersilaturahmi dengan Pemko Dumai di Balai Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh Kecamatan Dumai Timur, Rabu, 24 Februari 2021 kemarin.

Permasalahan ini dikatakannya sudah beberapa kali dibahasnya dengan Gubernur Riau, Syamsuar terkait dana bagi hasil (DBH) CPO tersebut. "Dan kami (Marshati dan Pemprov Riau) juga telah menyampaikan hal ini ke pusat, namun sampai saat ini belum ada tanggapan,"terangnya.

Demi memperjuangkan hak Riau khususnya Kota Dumai mengenai perihal itu, dirinya juga sampai membawa Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti ke Riau untuk melihat langsung secara riil kondisi dari perkebunan dan pengolahan sawit di Riau yang diekspor ke mancanegara.

Ternyata perjuangannya membawa  La Nyalla ke Riau, untuk membuktikan jika Riau memberikan sumbangsih terbesarnya ke pusat membuahkan hasil, Ketua DPD RI itu mendukung langkahnya untuk memperjuangkan hak Riau mendapatkan DBH dari CPO khususnya untuk Kota Dumai.

Sebagaimana sebelumnya, saat Riau juga memperjuangkan haknya dari perolehan DBH di sektor minyak bumi dan gas (Migas) yang sebelumnya hanya 5 persen kini meningkat menjadi 15,5 persen.

"Tentu saja ini berkat desakan DPD RI juga. Dan hal ini termasuk pencapaian yang cukup besar karena dorongan DPD tersebut,"terang dia lagi.

“Saya juga telah membawa Ketua DPD RI (La Nyalla) melihat kondisi Riau, sebab selama ini
Riau dibilang kaya karena di atas minyak dan di bawah minyak namun banyak masyarakat nya miskin. Rp400 triliunan disetor ke Jakarta dari CPO namun tak ada hasil untuk Riau. Kita hanya dapat pajak yang nilainya tak seberapa. Dan bersyukurnya beliau mendukung usaha kita,"terangnya memaparkan.

Menurut dia, saat ini Pemprov Riau tengah berjuang bersama 25 provinsi di Indonesia lainnya sebagai penghasil sawit untuk mendapatkan DBH ekspor CPO dari pusat. "Jadi jangan jalan rusak saja yang kita terima dari produksi sawit itu melainkan juga DBH sama seperti DBH migas yang kita peroleh,"tutur dia dengan nada berjanji. (Kll)