Peristiwa

Nelayan Hilang di Meranti Belum Juga Ditemukan

MERANTI, RIAULINK.COM - Seorang nelayan asal Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Riau yang hilang saat menangkap ikan di laut belum ditemukan, pencarian pun masih terus dilakukan. 

Sebagaimana diungkapkan Kepala Desa Kedaburapat, Mahadi bahwa warganya yang hilang sejak Senin (22/2/2021) sore, hingga saat ini belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian terhadap korban.

"Sampai hari ini belum ditemukan, pencarian pun masih terus dilakukan," ucap Mahadi saat dihubungi, Rabu (23/2/2021) sore. 

Dijelaskan Mahadi, pencarian terhadap warganya itu dibantu dari Basarnas Bengkalis, TNI AL, Satpolair Polres, Koramil dan sejumlah instansi lainnya ikut bergabung dalam melakukan pencarian.

"Selain masyarakat setempat, pencarian juga dibantu oleh tim gabungan. Mudah-mudah bisa secepatnya ditemukan, mohon doanya," harapnya.

Sementara itu, Komandan Posal Selatpanjang, Letda Laut Jerry Hendra mengatakan pencarian lanjutan yang dilakukan pada Rabu (24/2/2021) sekira pukul 09.30 WIB, Anggota Posal Selatpanjang, Koptu Jumiono beserta 2 orang PHL Posal Selatpanjang melaksanakan SAR masyarakat nelayan yang hilang di laut di sekitar Perairan Rangsang. 

Dijelaskan Jerry, Tim SAR terdiri dari Tim Basarnas Bengkalis menyisir di daerah sekitaran Tanjung Sekodi, Tim SAR Anggota Posal Selatpanjang bersama nelayan dan keluarga korban menyisir di daerah Tanjung Sempian tempat korban tenggelam dan kades dibantu masyarakat setempat beserta keluarga korban menyisir di sekitaran pantai tempat korban terjatuh.

"Sampai kegiatan dihentikan masyarakat nelayan yang hilang belum diketemukan. Pada pukul 15.00 WIB kegiatan selesai dalam keadaan aman dan lancar, anggota Tim SAR Posal Selatpanjang kembali ke Posal Selatpanjang," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, nelayan yang dikabarkan terjatuh dari pompong lalu menghilang di Perairan Kepulauan Meranti itu diketahui bernama Taufik Hidayat. Dalam pompong itu, korban tidak sendirian melainkan bersama Roha (38) warga Dusun 5, Parit Amat, Desa Kedaburapat (yang merupakan sebagai tekong) dan Rizita (40) warga desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau. (Aldo)