Hukrim

Kasus Penembakan H. Permata Terungkap Fakta Baru

Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan.

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Terungkap fakta baru kasus penembakan H Permata yang diduga dilakukan oleh Oknum petugas Bea Cukai di Perairan Indragiri Hilir pada Jumat (15/1/2021) lalu.

Tidak hanya H Permata yang meninggal dunia akibat insiden tersebut, seorang nakhoda kapal atas nama Bahar juga meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan langsung Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, semuanya ada 4 orang korban.

"Data terakhir hingga hari ini, ada empat orang menjadi korban atas penembakan tersebut," ujarnya, Kamis (21/1/2021).

Diketahui korban pertama H Permata yang meninggal dunia di tempat. Korban kedua yang meninggal Bahar. Ia meninggal Selasa (19/1/2021). Jenazah korban sudah dibawa ke Tembilahan untuk dimakamkan. 

"Korban mengalami luka tembak di kepala," kata Teddy.

Untuk korban yang ketiga, atas nama Abdul Rahman. Korban mengalami luka tembak di telapak kaki sebelah kiri, ia mendapat tujuh jahitan.

Korban terakhir adalah korban Irwan, warga Inhil. Ia mengalami luka di lengan sebelah kiri. 

"Semua korban berada dalam satu kapal," kata Teddy.

Sebelumnya, Kepala Bea Cukai Tembilahan sedang menjalani pemeriksaan di Polda Riau. (Wan)