Hukrim

Eks Anggota DPRD Bengkalis Dituding Rambah Hutan dan Tanam Sawit

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Aksi damai dilakukan Gerakan Mahasiswa Riau Bersih (GMRB) di Mapolda Riau, Rabu (13/1/2021) kemarin.

Aksi damai yang dilakukan oleh GMRB, meminta Polda Riau untuk serius dalam menangani dugaan perambahan hutan yang dilakukan mantan Anggota DPRD Bengkalis, Sihol Pangaribuan di wilayah Desa Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Koordinator Lapangan GMRB, Muhammad Eko Saputra menjelaskan  Sihol Pangaribuan diduga telah merambah hutan dan menjadikannya perkebunan kelapa sawit seluas 500 hektare.

"Kebun itu tidak ada memiliki izin dari kementrian, saat ini yang sudah berumur 8 tahun. Selain itu ada juga dugaan pencucian yang dilakukannya," jelasnya.

Sebelumnya dugaan tersebut telah dilaporkan ke Polda Riau, yaitu tepatnya di Direskrimsus, dan pihak polisi telah memeriksa Sihol Pengaribuan pada tanggal 9 bulan September 2020 lalu.

"Berdasarkan laporan tersebut, kami mendukung penuh Ditreskrimsus Polda Riau dalam menangani kasus mantan anggota DPRD Bengkalis 2014 - 2019 itu.

Sesuai yang di laporkan dikarenakan perbuatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan merugikan Negara. Mereka juga meminta Polda Riau lebih responsif dan serius untuk menangani laporan yang melibatkan terlapor tersebut.

"Kita minta Polda Riau segera memberikan kejelasan hukum kepada saudara Sihol Pangaribuan yang diduga melawan hukum serta merugikan Negara. Kita juga minta Polda Riau segera tersangkakan dan tahan Sihol Pangaribuan yang diduga telah melakukan perambahan hutan dan merugikan Negara. Kami atas nama Gerakan Mahasiswa Riau Bersih ( GMRB ) mendukung secara penuh pihak Ditreskrimsus Polda Riau untuk menangani perkara ini secara transparan dan seadil-adilnya tanpa adanya indikasi tebang pilih," ujarnya.

"Kami atas nama Gerakan Mahasiswa Riau Bersih ( GMRB ) akan mengawal kasus ini hingga tuntas," imbuhnya lagi.

Pernyataan sikap dari GMRB itu diterima langsung oleh Kapolsek Limapuluh, Kompol Sanny Handityo. "Suratnya sudah saya terima dan akan saya sampaikan ke pimpinan," terangnya.

Sementara, Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi saat dikonfirmasi mengatakan laporan yang dilayangkan ke pihaknya namun sifatnya hanya aduan masyarakat.

"Laporan memang ada tapi sifatnya aduan dari masyarakat. Yang bersangkutan juga sudah pernah diperiksa," pungkasnya. (WAN)