Hukrim

Merajalela, Brimob Polda Riau Turun Sisir Pelaku Curas dan Begal

INHU, RIAULINK.COM - Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Riau, turun tangan atasi kejahatan jalanan yang selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat wilayah Kota Pekanbaru.

Terlebih, sejak beberapa bulan terakhir, daerah itu cukup disibukkan dengan maraknya aksi pencurian dengan kekerasan dan begal motor. Para korban mayoritas ibu rumah tangga dan remaja perempuan.

Komandan Satuan (Dansat) Brimobda Polda Riau, Kombes Pol Dedi Suryadi, melalui Kasi Intelmobda Riau, Kompol Franky Tambunan, membenarkan hal tersebut. Dan guna memberantas dan meringkus para pelaku, pihaknya menjalin kerjasama dengan pihak Intel Polda Riau.

Alhasil, satu diantara kawanan pelaku curas sekaligus begal tersebut berhasil dibekuk. Tersangka diketahui berinisial FI alias Faber (25), warga Kapau Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

"Tersangka kita bekuk pada, Senin (11/1/2021) sekira pukul 16.30 WIB, di rumah saudaranya di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Tersangka ini, sudah sejak lama menjadi target dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Franky via pesan elektroniknya, Rabu (13/1/2021).

Dasar penangkapan tersangka atas laporan salah seorang korban atas nama Suci dengan nomor, LP/336/VII/2019/Riau/Resta Pku/Sek Tenayan Raya, yang merupakan warga Jalan Selamat, Kelurahan Tangkerang Timur, pada 13 Juli 2019 silam.

"Dalam laporannya, korban mengalami kerugian berupa 8,5 gram emas senilai Rp10.850.000 rupiah," ungkap Franky.

Sebelumnya lanjut Franky, penangkapan tersangka berdasarkan informasi yang diterima personil Brimob, Aipda Klemen Duha, bahwa tersangka berada di wilayah Kota Pekanbaru. Atas hal itu, dirinya berkoordinasi dengan Panit Opsnal Ipda Amir Hasan Harefa guna menyusun rencana penangkapan.

"Aipda Klemen Duha bersama dua orang personil Dit Intelkam Polda Riau langsung menuju kediaman tersangka, namun gagal lantaran sudah pindah dari alamat tersebut. Begitu dilakukan penyelidikan lanjutan, personil berhasil melacak keberadaan tersangka," tuturnya.

Tak berselang lama, tim yang dipimpin Kleman Duha berhasil meringkus pelaku, dan mengamankan barang bukti berupa, Satu buah dompet berisi uang Rp340.000, Satu unit HP, KTP, Satu buah kartu Debit BCA, Satu unit sepeda motor Mio Soul BM 6729 QU, Satu buah kalung perak hasil rampasan, dan kertas bon jual beli emas.

"Usai dibekuk, tersangka lansung dibawa menuju Mako Brimobda Riau untuk diinterogasi, dan mengaku bahwa dirinya pernah dihukum dua kali dalam perkara begal, yakni pada tahun 2016 dan 2018," terang Franky. 

Namun sambung Franky, begitu bebas menjalani hukuman di Rutan Sialang Bungkuk, 4 bulan kemudian tersangka kembali berulah dan dihukum hingga Februari 2019 dalam kasus yang sama melanggar Pasal 365 KUHP.

"Tersangka merupakan sindikat residivis curas, dan telah beraksi di 15 lokasi berbeda di wilayah hukum Polresta Pekanbaru. Target tersangka adalah perhiasan dan ponsel para korban. Dalam menjalankan aksinya, tersangka bersama dua rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran, termasuk satu orang penadah tempat tersangka menjual barang hasil rampasannya," jelas Franky.

Kepada petugas, tersangka juga mengakui bahwa ada 13 pelaku curas yang saat ini masih bergentayangan di wilayah Kota Pekanbaru. "Selain perhiasan dan ponsel, tersangka juga mengakui bahwa dirinya terakhir beraksi pada 30 Desember 2020 lalu, dan berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor milik korban.

"Usai dilakukan interogasi guna kepentingan pengembangan perkara, tersangka dan barang bukti lansung kita diserahkan pada pihak Polsek Tenayan Raya Pekanbaru untuk menjalani proses secara hukum," singkat Mantan Kabag Ops Polres Inhu itu. (Jefri)