Politik

Sidang Kedua Cawako Dumai, Sentra Gakkumdu Hadirkan Lagi Tiga Saksi

Keterangan foto : pelaksanaan sidang kedua tersangka dugaan tindakan pelanggaran Pilkada Dumai, Eko Suhardjo dengan mengahdirkan lagi tiga saksi.(ant)

DUMAI, RIAULINK.COM - Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Dumai menghadirkan tiga saksi dalam persidangan perkara dugaan pelanggaran pemilu calon Wali Kota Dumai, nomor urut dua, Eko Suhardjo Suparto.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Dumai, Zulpan, di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Dumai, Selasa (24/11/2020).

Ketiga saksi yang dihadirkan dua aparatur sipil negara (ASN) yang berinisial MS dan FA ditambah seorang ahli pidana DR Efrianto.

Menurut Zulpan pada persidangan itu, tersangka Eko belum bisa hadir karena sejak menjadi terdakwa, Eko memang diputuskan berhalangan hadir sejak sidang pertamanya pada Jumat, 20 November 2020 lali.

Pasalnya Eko tengah menjalani perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Awal Bros Kota Pekanbaru dibuktikan dengan keluarnya surat keterangan yang ditandatangani oleh dr Seira Yuana Putri, bahwa Eko memang benar positif Covid-19 dan tengah dirawat.

Selama dua kali sidang tersebut, Sentra Gakkumdu telah menghadirkan saksi sebanyak enam orang yang direncanakan akan dihadirkan tiga orang saksi lagi pada sidang ketiga nanti.

"Jadi dua kali sidang yang digelar mejelis hakim mengagendakan pembuktian perkara. Pihak Gakkumdu berencana memang menghadirkan sembilan orang saksi, dan semua bukti pun telah kita sampaikan dalam pengadilan,"sebut dia lagi.

Sebelumnya di sidang pertama,  Koordinator Sentra Gakkumdu, Agung Irawan yang juga merupakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersama dua rekan lainnya Agung Nugroho, Priandi, dan Muhammad Wildan memang meminta pihak mejelis hakim untuk melanjutkan persidangan tanpa kehadiran terdakwa.

Pada persidangan tersebut dipimpin oleh Alfonsius Nahak sebagai Ketua Majelis Hakim dan kedua anggotanya yakni Abdul Wahab serta Renaldo Meiji H Tobing.

Para hakim tampak melakukan pemeriksaan terhadap Manager Pelayanan Pasien RS Awal Bros Panam, Kota Pekanbaru, dr Deandra secara virtual melalui video conference untuk mengetahui kondisi terdakwa.

Sementara pada persidangan itu juga menghadirkan tiga orang pengawas  kecamatan dan kelurahan sebagai saksi sidang perdana.

Dari Tim Pengawas Kecamatan (Panwascam) Dumai Barat yakni Almizon dan Isra Karnain dan Neneng dari Panwas Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ihsan (STDI).

Menurut Agung Irawan, dengan adanya persidangan ini juga menjawab informasi yang tengah beredar di kalangan masyarakat, dimana menyebutkan bahwa kasus yang melibatkan Wakil Wali Kota Dumai non aktif itu dihentikan. "Faktanya, persidangan tetap berjalan,"tukas dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Eko Suhardjo ditetapkan tersangka oleh Sentra Penegak Hukum Terpadu Pilkada Dumai atas dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam tahapan pemilihan umum.(kll)