Politik

Sunarto: Petahana Belum Pernah Kalah di Siak

SIAK, RIAULINK.COM - Sunarto yang menjadi Juru Kampanye (Jurkam) pasangan calon bupati dan wakil bupati Siak Alfedri-Husni meyakini bahwa calon petahana yang didukungnya bakal menang kembali di Pilkada 9 Desember mendatang.

Bercermin dari Pilkada sebelumnya, calon petahana di Siak selalu berhasil menjabat hingga dua periode sejak zaman Arwin sampai Syamsuar. 

"Selama ini di Siak belum pernah incumbent kalah," kata Sunarto berbincang dengan Riaulink.com usai mengkampanyekan Alfedri di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kamis (12/11/2020).

Kala itu, Arwin AS menjadi bupati pertama Kabupaten Siak periode 2001-2006, Arwin AS kembali maju dan menang pada Pilkada 2006. Selanjutnya Syamsuar yang berhasil menjadi pemenang pada Pilkada 2011. Kemudian ia kembali memenangkan Pilkada 2015.

Menurut anggota DPRD Siak fraksi PAN itu, ada beberapa alasan mengapa dia yakin petahana kali ini juga bakal menang seperti sebelumnya, ia mengatakan figur Alfedri merupakan orang yang familiar di masyarakat. Selain itu, kinerja dan prestasi Alfedri dalam mengelola pemerintahan juga sudah tak diragukan lagi. 

"Alfedri bukan orang baru lagi, dia sudah berpengalaman. Beliau sudah 31 tahun mengabdi di Siak, dua kali menjadi wakil bupati Siak dan itu bukti dia loyal," ujarnya.

Alasan lainnya, Alfedri selama memimpin tak pandang bulu, tak membedakan suku maupun agama, semua sama perlakuannya terhadap masyarakat. 

"Di mata Alfedri semua sama, konsepnya pemerataan," ulas mantan kepala desa dua periode di Kampung Berumbung Baru itu. 

Sunarto lalu menceritakan di Pilkada tahun 2015 lalu suara Alfedri sewaktu mendampingi Syamsuar kalah dengan Suhartono-Syahrul di Kecamatan Dayun, namun ia yakin berdasarkan hasil survey yang diterimanya Alfedri mengungguli dari dua calon lain di Pilkada 2020 ini. 

"Dulu memang kalah, tapi berbeda dengan sekarang, karena waktu itu bupatinya Syamsuar. Dari hasil lembaga survey yang kami terima Alfedri unggul dibanding calon lain," ungkapnya. 

Meski pernah meraih suara sedikit di Kecamatan Dayun, Sunarto memastikan kali ini masyarakat kompak dalam pemilihan kepala daerahnya. 

Sebagai contoh di Kampung Dayun, tempat ia berkampanye saat itu, Sunarto melihat masyarakat kompak dalam membangun daerahnya, bahkan secara swadaya. Dan Kampung Dayun tahun 2019 menjadi kampung terbaik se-Kabupaten Siak kategori kekompakan masyarakatnya. 

"Berangkat dari situ, kami yakin masyarakat di sini juga kompak memilih pemimpinnya. Insya Allah targetnya menang sampai 80 persen," kata dia. 

Ditambah lagi, Sunarto menjelaskan Alfedri memiliki wacana untuk memekarkan Kampung Dayun, sebab Kampung Dayun dirasa layak untuk itu. Saat ini jumlah warga di sana sudah mencapai 5000 KK lebih dengan luas wilayah sekitar 241 ribu hektare. 

"Program seperti ini memang harus didukung, kalau beliau terpilih dan Kampung Dayun dimekarkan, otomatis daerahnya lebih cepat maju, dari semula dana desanya satu kalau dimekarkan jadi dua dana desanya, pembangunan juga pasti bisa cepat. Masyarakat harus lebih cerdas mendukung pemimpinnya, saya rasa Pak Alfedri yang cocok," tutupnya. (Wahyu)