Politik

Program Satu Pustu Satu Kampung Alfedri Ternyata Sudah Jalan, Warga Ingin Lanjutkan

Calon Bupati Siak nonor 2, Alfedri

SIAK, RIAULINK.COM - Masyarakat yang tinggal di pedesaan atau perkampungan di Kabupaten Siak kini tak perlu risau masalah fasilitas kesehatan. Sebab Alfedri sebelum cuti menjadi calon bupati Siak kembali ia gencar mendorong pembangunan Puskesmas yang dekat dengan daerah kampung terpencil.

Bahkan, pemerintah juga gencar membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di beberapa kampung yang jauh dari fasilitas kesehatan. Saat ini sudah berdiri 97 Pustu di Kabupaten Siak. 

Seperti contoh di Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit, kini telah dibangun Puskesmas baru untuk mempermudahkan masyarakat berobat.

Selama ini warga Kampung Mengkapan jika berobat ke Puskesmas Sungai Apit harus menempuh perjalanan cukup lama sekitar 30 menit.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali ada Puskesmas di sini. Karena selama ini kalau berobat kami jauh," kata salah seorang warga Mengkapan, Nanik (45) saat ditanya wartawan, Rabu (26/10/2020).

Menurut Nanik, jika Puskesmas baru itu sudah beroperasi, ia berharap pemerintah bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang berobat di sana. 

"Apalagi kalau ada masyarakat yang sakit dalam keadaan darurat, butuh pelayanan yang terbaik untuk kami. Kalau bisa ada dokternya lengkap," pinta ibu rumah tangga itu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Darma (28), ia mengaku senang dibangunnya Puskesmas yang dekat dengan daerah kampungnya. Sebab tak perlu lagi jauh-jauh ke kelurahan Sungai Apit untuk berobat. 

"Kalau ada masyarakat yang sakit malam hari, jadi gak susah jauh-jauh mengantarkan ke Sungai Apit. Kalau nanti Puskesmas ini sudah beroperasi, tentu kami masyarakat di Kampung Mengkapan, Sungai Rawa, Rawa Mekar Jaya, Penyengat bisa berobat dengan cepat," kata dia.

Pembangunan Puskesmas baru itu saat ini masih dalam proses pengerjaan, Puskesmas ini dianggarkan melalui dana Alokasi Dana Kampung (DAK) tahun 2020, dengan anggaran Rp 3,5 miliar. Puskesmas ini dijadwalkan rampung pada Desember mendatang.

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tonny Chandra mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah kepada masyarakat.

"Selain puskesmas, 2019 kemarin kita sudah membangun 6 Pustu di beberapa kampung, ini bentuk komitmen Pemkab Siak untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Tonny.

Tonny mengatakan, pada tahun 2021 mendatang akan ada penambahan pembangunan Puskesmas, yakni di kampung Belutu Kecamatan Kandis.

Saat ini, lanjut Tonny, 14 kecamatan di Siak sudah memiliki Puskesmas, dan istimewanya di Kecamatan Tualang memiliki 2 Puskesmas, sehingga total Puskesmas di Kabupaten Siak sebanyak 15. Dan itu belum termasuk pembangunan Puskesmas baru di Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit. 

Selain keberadaan Puskesmas di tengah masyarakat, sebanyak 97 Pustu sudah terbangun di kampung-kampung. Bupati Siak Alfedri menargetkan satu pustu untuk satu kampung dari 131 kampung.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja sama yang baik di Pemkab Siak, kita berhasil membenahi fasilitas kesehatan," kata Tonny lagi. 

Sebanyak 6 Pustu yang dibangun pada 2019 lalu itu adalah Pustu Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kampung Rawang Kao Kecamatan Lubuk Dalam, Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit, Kampung Teluk Lancang Kecamatan Sungai Mandau, Kampung Banjar Seminai Kecamatan Dayun dan di Kampung Sialang Sakti Kecamatan Dayun.

Tonny mengaku secara berangsur setiap tahun Pemkab Siak terus menambah Pustu dengan biaya APBD atau DAK bagi kampung yang belum memiliki pustu.

"Kita berharap pada 2021, akhir RPJMD, banyak pembangunan dilakukan. Kita juga berharap satu kampung mempunyai satu Pustu," kata dia.

Sedangkan Rumah Sakit sudah ada 6, yakni RSUD Tengku Rafian Siak, RS di Perawang, Kerinci Kanan dan Minas. Pada 2021 juga dibangun RS di Kecamatan Kandis dan Sungai Apit.

Keseriusan Pemkab Siak dalam membangun fasilitas kesehatan bagi masyarakat juga terlihat pada pembenahan fasilitas itu sendiri. Di Pustu kampung padat penduduk direncanakan menempatkan dokter minimal 1 orang. 

"Saat ini standby satu bidan dan satu perawat. Jika ada bidan masyarakat tidak ada lagi yang terlantar jika mau melahirkan," kata dia. (Wahyu)