Ekonomi

Tol Pekanbaru - Dumai Segera Berbayar

PEKANBARU, RIAULINK.COM -Paska dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru – Dumai sejak tanggal 26 September 2020 hingga saat ini, pengguna jalan tol belum dikenakan tarif berbayar atau gratis, dalam rangka memberikan sosialisasi yang optimal kepada pengguna jalan tol termasuk cara penggunaan Uang Elektronik (UE) sebagai alat pembayaran di jalan tol.

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku pengelola JTTS Ruas Tol Pekanbaru –
Dumai menyebutkan bahwa Ruas Tol Pekanbaru – Dumai akan segera diberlakukan tarif atau 
berbayar dalam waktu dekat menyusul telah dikeluarkannya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1525/KPTS/M/2020 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Pekanbaru – Dumai.

Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto menyampaikan bahwa sebelum diberlakukannya tarif jalan tol, perusahaan telah melakukan sosialiasi kepada seluruh pengguna jalan tol. 

"Setelah satu bulan lebih jalan tol ini beroperasi tanpa tarif, kami akan segera memberlakukan 
tarif," jelas Suroto, Rabu (28/10/2020).

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai akan menerapkan sistem transaksi tertutup.

Penerapan tarif jalan tol ini diimbangi dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.

"Demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol, kami
juga memastikan bahwa Jalan Tol Pekanbaru – Dumai ini telah memenuhi SPM yang berlaku. Adapun fasilitas yang dimiliki oleh Jalan Tol Pekanbaru – Dumai terdiri dari 390 Personil 
Siaga, 7 (tujuh) unit Kendaraan Polisi Jalan Raya (PJR), 63 unit Kendaraan Layanan Jalan Tol, 
18 Unit VMS (Variable Message Sign), 4 (empat) Unit VMS Mobile, 260 Unit CCTV, 11 titik lokasi Top-up Tunai (Gerbang Tol dan Rest Area), dan nantinya juga akan ada 10 (sepuluh) 
Rest Area, 5 (lima) berada di arah Kota Pekanbaru dan 5 (lima) Rest Area lainnya terletak di
arah Kota Dumai (Proses Konstruksi Permanen). Sambil menunggu proses pembangunan Rest Area, kami menyediakan 4 (empat) titik Tempat Istirahat Sementara (TIS) yang berada di KM 45 Jalur A, KM 65 Jalur B, KM 82 Jalur A, dan KM 82 Jalur B yang didalamnya terdapat fasilitas seperti toilet, mushola, minimarket sampai dengan tenant UMKM mitra binaan juga sudah mengisi TIS tersebut, bahkan di KM 45 dan KM65 juga sudah tersedia SPBU," terang
Suroto.

Lebih lanjut Suroto mengatakan bahwa dengan segera diberlakukannya penetapan tarif ini, 
pengendara dan pengguna jalan tol diharapkan dapat mematuhi peraturan yang berlaku di ruas tol Pekanbaru – Dumai serta mempersiapkan diri sebelum memasuki jalan tol ini.

"Kami menghimbau pengguna jalan untuk selalu memastikan saldo Uang Elektronik dalam keadaan cukup sebelum memasuki jalan tol sehingga tidak terjadi penumpukkan kendaraan di Gerbang Tol," tutup Suroto, Direktur Operasi I Hutama Karya.

Jalan Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 KM ini terdiri dari 6 (enam) seksi yaitu Seksi 1 Pekanbaru – Minas (9,5km), Seksi 2 Minas – Kandis Selatan (24,1km), Seksi 3 Kandis Selatan – Kandis Utara (16,9km), Seksi 4 Kandis Utara – Duri Selatan (26,5 km), Seksi 5 Duri Setalan – Duri Utara (29,54km), dan Seksi 6 (Duri Utara – Dumai (25,05km).

Nantinya jika terhubung, ujung utara tol akan mempermudah akses menuju Pelabuhan Bandar Sri Junjungan di Kota Dumai. Dumai sendiri menjadi pintu masuk bagi para pedagang dunia melalui Selat Malaka. (WAN)