Sosial

Alhamdulillah, Bayi Mungil di Meranti Ini Sudah Memiliki Orang Tua

MERANTI, RIAULINK.COM - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, menyerahkan hak asuh Bayi tanpa wali kepada pasangan suami istri yang berasal Selatpanjang. 

Selain penyerahan bayi Mungil ini, Bupati Meranti juga menyerahkan bantuan beras cadangan Pemda Meranti kepada Buruh Pasir dan Buruh Angkutan di Selatpanjang yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Sosial Selatpanjang, Selasa (27/10/2020).

Seperti berita sebelumnya, beberapa bulan yang lalu telah terjadi peristiwa penemuan Bayi yang tidak memiliki wali oleh salah seorang warga bernama Rustam (40) diwilayah Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, dengan berat 3.1 Kg dan Panjang 48 CM.

Selanjutnya setelah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Bayi tanpa wali ini diserahkan kepada Pemda Meranti untuk dirawat dan menjadi tanggungjawab negara.  

Setelah dirawat oleh pemerintah daerah, melalui UPT. Dinas Sosial Kecamatan Rangsang, dan Pemerintah Kabupaten membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjadi orang tua asuh dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Sebagai mana yang dijelaskan Kepala Dinas Sosial Meranti Agusyanto menyampaikan 
sebanyak 13 pasangan suami istri mendaftarkan diri namun dari jumlah itu hanya 7 pasangan yang lolos, dan setelah dilakukan seleksi maka terpilihnya pasangan suami istri asal Selatpanjang bernama Ria yang diyakini mampu memfasilitasi kepentingan masa depan bayi malang tersebut.

"Saat seleksi kami lebih memprioritaskan pasangan yang mengalami gangguan reproduksi dan terpilihlah Ibu Ria," katanya.

Selanjutnya setelah ditetapkap Bayi tanpa wali ini langsung diserahkan kepada Ibu Ria didampingi suami oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. Irwan M.Si, disaksikan semua tamu yang hadir.

Pada kesempatan itu, Bupati Irwan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ria dan suami yang telah bersedia mengasuh bayi tanpa wali ini. 

"Atas nama negara kami mengucapkan terima kasih telah bersedia mengasuh bayi ini, kami harap dapat dirawat dengan baik serta diasuh sebagaimana mestinya," harap Irwan.

Dan untuk memastikan Bayi bersangkutan mendapat perawatan dan penanganan yang baik, Bupati juga mengintruksikan kepada pihak Dinas Sosial untuk melakukan pemantauan selama 6 bulan sesuai aturan undang-undang. 

"Kalau bisa kita pantau sampai 2 Tahun untuk memastikan tumbuh kembang Bayi berjalan normal tapi jika tidak maka negara bisa mengambil kembali," jelas Bupati. (Aldo)