Pendidikan

STAI Lukman Edy Gelar Wisuda, Ustad Abdul Somad Titip 5 Pesan

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Lukman Edy menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat melaksanakan kegiatan wisuda di salah satu hotel di Kota Pekanbaru, Selasa (27/10/2020).

Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai virus corona di tanah bumi Lancang Kuning, dan untuk tempat duduk para peserta di buat berjarak satu meter.

Dalam kegiatan tersebut, hanya calon wisudawan dan wisudawati yang diperbolehkan didalam ruangan. Sedangkan orang tua melihat secara virtual dari rumah masing masing.

Saat hendak memasuki ruangan, seluruh peserta di wajibkan untuk memakai masker, pelindung wajah, sarung tangan, dan di cek suhu tubuh.

Dalam kesempatan itu, Prof Dr Abdul Somad turut hadir untuk memberikan Orasi ilmiah kepada calon wisudawan dan wisudawati.

Ustaz Abdul Somad mengatakan, wisuda di tengah pandemi wajib menjaga jarak, membawa hand sanitizer, masker dan mengukur suhu tubuh. Diapun pertemuan ini bisa membangkitkan imun jika dilakukan dengan protokol kesehatan.

"Semoga di tengah pandemi covid-19 ini cepat berlalu, dan harus tetap semangat dalam menjalankan pendidikan," ujarnya.

Ada lima pesan yang diberikan Ustad kondang asal Riau ini. Pertama, jangan melupakan nama Islam karena mahasiswa belajar di STAI. Di manapun wisudawan berada diharap bisa menjadi khatib, konsultan agama dan menjadi penerang bagi umat. 

"Pesan kedua yang saya berikan kepada peserta, pandai mencari dan menjaga peluang yang ada," jelasnya.

"Ketiga, wisudawan harus berakhlaq mulia karena membawa nama STAI," kata Ustaz Somad. 

Keempat, lanjut alumni dari Maroko ini, jangan pernah melupakan orang tua. Pasalnya kebahagiaan wisuda hari ini tidak bisa tercapai karena orang tua. 

"Jangan rusak kebahagiaan pendidikan ini," ucap Ustaz Abdul Somad.

Terakhir, Ustaz Abdul Somad, mengatakan bahwa keberhasilan di kampus bukan final. Sebab perkuliahan selama ini hanya membaca makalah, sementara ketika berada di masyarakat adalah membaca kehidupan.

"Saya yakin wisudawan ini akan sukses karena saya kenal dengan guru-guru mereka, mereka terdidik dengan baik. Semoga STAI menjadi suluh di kegelapan dan menjadikan Riau sebagai negeri baldatun toyibatun," jelas Abdul Somad.

Seorang wisudawan Sadikin Ajmain, sangat bersyukur dengan digelarnya acara wisuda ini, karena sempat dibatalkan sebelumnya.

"Alhamdulillah, bisa mengikuti kegiatan wisuda ini, meski orang tua tidak bisa hadir, tapi bisa melihat secara virtual," ujarnya. (WAN)