Hukrim

Rutan Dumai Tutup Jam Besuk Warga Binaan, Ini Alasannya

Seorang warga binaan ditest swab (uji usap).(ant)

DUMAI, RIAULINK.COM - Sesuai dengan instruksi Kementerian Hukum dan HAM RI, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Dumai menutup jam besuk warga binaan.

Tak itu saja, selama sebulan terakhir ini terdapat 27 warga binaan Rutan Dumai terpapar Covid-19. 

Satu di antaranya, seorang wanita warga binaan Rutan meninggal dunia, setelah sempat dilakukan karantina selama seminggu.

Ke 26 warga binaan lainnya sempat melakukan isolasi mandiri usai menjalani PCR test (uji usap) pada tanggal 23 sampai 25 September 2020 bulan lalu.

Diketahui sebelumnya dari Kepala Rutan Kelas II B Dumai, Pance Daniel, dua orang petugas Rutan sempat dinyatakan terpapar Covid-19. 

Namun sejak dilakukan isolasi mandiri dan lakukan uji cepat keduanya dinyatakan sembuh pada 15 September 2020 lalu.

Selanjutnya dilakukan uji usap ke 11 pegawai Rutan lainnya bersama 65 warga binaan sempat menjalani uji usap oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai.

Alhasil 11 pegawai Rutan dinyatakan negatif, sementara 20 warga binaan perempuan negatif tiga positif.

Sedangkan warga binaan laki-laki yang diswab hasilnya 39 orang negatif dan tiga orang lagi positif.

"Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal tersebut ternyata juga membawa penyakit bawaan yang dijelaskan secara tertulis dari Puskesmas Bumi Ayu (Dumai Selatan),"terang Pance baru-baru ini pada keterangan resminya.

"Namun saat ini seluruh warga binaan yang terpapar Covid-19 sudah dinyatakan sembuh semua,"kata dia.

Sedangkan penutupan jam besuk warga binaan sebagai antisipasi terjadi penambahan kasus baru lagi. 

Selain itu pihak Rutan juga menerapkan pola hidup sehat kepada seluruh penghuni Rutan termasuk kegiatan olahraga.

Jadi bagi keluarga yang ingin menjenguk warga binaan hanya diperbolehkan melalui virtual saja.

"Penutupan jam besuk ini sudah kita lakukan sejak wabah Corona sampai ke Rutan ini,"ujarnya menimpali.(kll)