Metropolis

Berikut Capaian Alfedri dalam Membangun Pariwisata Siak

SIAK, RIAULINK.COM - Roda pembangunan terus berjalan di Kabupaten Siak di bawah kepemimpinan Alfedri. Ia menggantikan Syamsuar yang kini menjadi Gubernur Riau setelah memenangkan Pilkada 2018 lalu. 

Komitmen Alfedri tetap kokoh, Ia berniat menjadikan Kabupaten Siak menjadi daerah yang kaya akan destinasi wisata dalam upaya menaikkan tingkat kunjungan wisatawan ke Provinsi Riau.

Keseriusan Siak menjadi daerah wisata andalan di Riau terlihat dari pembangunan sejumlah destinasi wisata dalam beberapa tahun terakhir, diantaranya renovasi dan pembangunan tanksi peninggalan Belanda yang disulap menjadi lokasi wisata sejarah.

"Tanksi Belanda memiliki sejarah penting di Siak. Tidak kita biarkan rusak di makan usia. Oleh karena itu, tanksi Belanda kita pugar, kita renovasi, kita perbaiki agar tetap lestari. Bagi masyarakat yang datang ke Siak, tanksi Belanda bisa jadi pilihan tempat wisata sejarah," jelas Alfedri.

Bupati Siak yang sedang cuti karena ikut Pilkada ini juga mengatakan, baru-baru ini Alfedri meresmikan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Kecamatan Sungai Apit, sebagai sarana bersantai dan rekreasi bagi masyarakat.

"Masyarakat bisa menikmati suasa sore atau malam hari di lokasi Ruang Terbuka Hijau. Lokasinya bersih, asri dan nyaman. Ini salah satu fasilitas untuk memanjakan masyarakat," sebut Alfedri.

Tidak hanya itu, Alfedri juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak juga membangun pedestrian di jalan Sultan Muzafarsyah, ruas jalan yang dilengkapi dengan sarana kursi dan taman untuk bersantai masyarakat.

"Malam hari, pengunjung bisa bersantai di pinggir jalan. Kita sudah bangun pedestrian dengan lebar mencapai 5 meter. Tidak hanya dihiasi lampu warna-warni, tetapi juga tersedia bangku untuk duduk santai. Kita berani siapkan sarana pedestrian ini, karena Siak aman pada siang dan malam hari," ujar Alfedri.

Alfedri juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah membangun Ruang Terbuka Publik (RTP) di Perawang, Kecamatan Tualang. Pembangunan ini merupakan bukti bahwa Alfedri ingin menjadikan setiap daerah di Kabupaten Siak memiliki ikon wisata sendiri, sehingga setiap kecamatan berpeluang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar kota. 

"Ruang Terbuka Publik di Tualang itu progresnya sudah 80 persen, dan ini baru tahap I. Jika masih diamanahkan pimpin Siak kembali semoga tahun depan rampung," kata dia. 

Bahkan, Alfedri juga mendorong petani buah di Siak untuk mengembangkan ekowisata, terutama petani jambu biji (jambu bangkok) yang ada di Tualang dan sekitarnya.

"Bisa jadi pengunjung dari Kota Pekanbaru tidak lagi menghabiskan waktu liburan keluar propinsi seperti di Sumatera Barat, tetapi ke Siak. Karena di Siak ada ekowisata memetik jambu biji sendiri langsung dari pohonnya. Ini juga bentuk wisata yang mendidik bagi anak-anak dan generasi muda," sambung Alfedri.

Pilihan lain yang tidak kalah bersejarah adalah keberadaan Istana Asserayah Hasyimiah  (Istana Matahari Timur) di kawasan jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Siak Sri Indrapura.

Istana yang akrab dikenal sebagai Istana Siak ini terlihat megah karena memadukan gaya dari tiga budaya yakni Eropa, Arab, dan Melayu, hasil rancangan seorang arsitektur asal Jerman. Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan Kesultanan Siak di masa lampau yang kini masih terawat baik.

"Ada cermin awet muda. Konon, sebagian masyarakat percaya, siapa yang bercermin akan awet muda. Ada kursi Sultan Siak yang terbuat dari emas," jelas Alfedri.

Calon Bupati Siak petahana itu juga mengatakan, wisatawan juga dapat berkunjung ke Masjid Sahabuddin (Masjid Sultan) yang berada di jalan Sultan Ismail, masih di Kota Siak Sri Indrapura.

"Siak juga punya wisata religi, makam Sultan Siak. Kalau datang ke Siak, pengunjung bisa sholat di masjid bersejarah yakni Masjid Sultan," ucap Alfedri.

Colon Bupati Siak nomor urut 2 ini juga mengingatkan wisatawan untuk bekunjung dan berziarah ke makam Sultan Assyaidis Yarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin, akrab di kenal sebagai Sultan Syarif Kasim II (1915 - 1945) yang berada di sisi Masjid Sultan dan Balai Kerapatan Tunggi. Sultan Syarif Kasim II adalah Sultan Siak ke-12 (Sultan Siak terakhir).

"Tidak sedikit masyarakat yang berdoa untuk mendapatkan karomah. Tetapi kita sering ingatkan pengunjung agar tidak jatuh pada perbuatan syirik. Ziarah untuk berkirim doa sekaligus untuk mengingat akan datangnya hari kematian," sebut Alfedri.

Penyiapan destinasi wisata itu, sebut Alfedri, selaras dengan adanya sejumlah agenda kegiatan bertaraf nasional dan internasional yang berlangsung tiap tahun di Siak yakni event balap sepeda Tour De Siak, sepatu roda dan lomba perahu naga (dragon boat). Siak juga memiliki keistimewaan sebagai lokasi melihat Gerhana Matahari Total, salah satu peristiwa alam yang langka.

"Alhamdulillah, Siak punya kegiatan bertaraf nasional bahkan internasional. Ini menjadi momentum dalam menggaet wisatawan datang ke Siak. Dengan meningkatnya wisatawan datang ke Siak, tentu juga akan menambah angka pencapaian target wisata di tingkat provinsi," sebut Alfedri.

Untuk mendukung semua itu, jika masyarakat memberi amanah untuk melanjutkan kepempinannya, Alfedri akan menjalankan program Masyarakat Sadar Wisata.

"Program ini memberikan pelatihan, pemahaman dan pembekalan bagaimana melayani wisatawan yang datang ke Siak dengan baik. Dengan adanya pelayanan yang baik, tentu wisatawan akan betah berlama-lama di Siak. Ini akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat," harap Alfedri.

Alfedri optimis, bidang pariwisata berpotensi meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.

"Tetapi yang lebih penting, dengan banyaknya wisatawan yang datang, ekonomi masyarakat jadi meningkat. Baik itu usaha penginapan, kuliner, souvenir atau cenderamata dan lain sebagainya. Begitu juga bidang jasa. Semua akan hidup. Ada rezeki dengan datangnya wisatawan," ujar Alfedri.

Saat disinggung tentang tuduhan tidak melakukan apa-apa sepeninggal Syamsuar, Alfedri hanya tersenyum.

"Kalau sering-sering datang ke Siak, tentu tidak meluncur kalimat tendesius seperti itu. Pasti akan melihat perkembangan Siak dari masa ke masa. Saya orang yang mendampingi Pak Syamsuar membangun Siak. Insyaallah dan doakan saya bisa bertemu Beliau di provinsi nanti," tutup Alfedri sambil tersenyum. (Wahyu)