Kesehatan

Antisipasi Kluster Baru, Pemko Dumai Wanti-wanti Warga Liburan Panjang

DUMAI, RIAULINK.COM - Menteri Dalam Negeri RI Tito Kanarvian bergerak cepat dalam mengantisipasi penambahan kluster baru di saat libur panjang dan cuti bersama pada bulan Oktober ini.

Perumusan strategi antisipasi yang dilakukan Mendagri dengan menggelar rakor bersama kepala daerah serta unsur Forkopimda seluruh Indonesia baru-baru ini.

"Rakor itu untuk antisipasi libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW,"sebut Tito pada rakor itu.

Momen libur panjang tersebut diketahui tanggal 29 dan 30 Oktober 2020 nanti dan ditakutkan akan berpotensi terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat.

Untuk itu diperlukan antisipasi ekstra mulai dari pengamanan, pengaturan arus lalu lintas hingga pencegahan penularan Covid-19.

"Mobilitas masyarakat yang tinggi bisa memungkinkan orang bepergian keluar kota baik itu pulang kampung atau mengunjungi tempat wisata lainnya,"tutur dia menegaskan.

Sehingga situasi ini akan menimbulkan kerawanan di bidang lalu lintas, baik darat, laut maupun udara.

"Hal ini perlu diantisipasi oleh semua stakeholder pusat dan daerah, dan paling utama sekali pada masa pandemi ini adalah kerawanan penularan,"ucapnya.

Asisten III Setdako Dumai Khairil Adli menekankan agar memperhatikan delapan poin penting arahan pusat. Pertama memastikan masyarakat tetap tertib melaksanakan protokol kesehatan 4M.

Memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Seluruh Forkopimda termasuk Satgas Covid-19 Kota Dumai agar memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur panjang.

"Tentunya akan melibatkan TNI dan Polri guna mengedukasi masyarakat di tempat wisata dan kuliner, pusat perbelanjaan, dan muda transportasi umum,"pesan dia.

Arahan lainnya, adalah memperbanyak pos pengawasan patuh protokol kesehatan di lokasi rawan penyebaran covid-19.

Jaga kewaspadaan dan tidak lengah selama liburan sebagai antisipasi terjadinya peningkatan kasus setelah libur panjang.

Polri juga perlu meningkatkan patroli lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan jalur arus mudik atau balik dan memberikan rasa aman selama libur panjang. 

"Masyarakat juga perlu mengantisipasi ancaman La Nina, hindari daerah rawan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dan, Kesiap-siagaan BPBD dan perangkatnya termasuk antisipasi jika terjadi bencana seperti  pendirian dapur umum,"ujar dia.

Terkahir mengingat waktu liburan yang cukup panjang, maka perlu dilakukan antisipasi terhadap kerawanan di bidang lalu lintas udara, darat dan air.

"Termasuk antisipasi kerawanan pada kegiatan kepariwisataan, keagamaan dan lainnya,"tutup Adli.(kll)