Peristiwa

Kasus Covid-19 di Dumai Tembus Angka Seribu

DUMAI, RIAULINK.COM - Hari Kamis (22/10/2020), kasus Covid-19 di Kota Dumai tembus di angka empat digit yakni mencapai seribu kasus.

Dengan rincian 740 orang sembuh, 319 orang dalam perawatan baik itu dilakukan secara isolasi mandiri sebanyak 291 orang dan dirawat di rumah sakit sebanyak 28 orang. Dan meninggal dunia sudah 22 orang.

Total akumulasi keseluruhan sebanyak 1.081 orang yang positif sepanjang pandemi ini melanda di kota industri ini.

Khusus pada Kamis ini, terdapat penambahan lima kasus positif dengan rincian satu kasus kontak erat, empat kasus suspek atau adanya gejala.

"Meski begitu ada 14 pasien pada hari ini (Kamis) dinyatakan sembuh,"ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai dr Syaiful dalam keterangan resminya.

Sebagai pemerintah, melalui Satgas Covid-19 mengatakan dengan angka seribu lebih tersebut, dirinya berharap agar masyarakat tetap dapat beraktifitas dan melakukan kegiatan perekonomian guna menunjang kesejahteraan masyarakat.

Namun, keberhasilan kegiatan perekonomian tidak akan ada, bila maayarakat tidak menjalankan protokol kesehatan. 

Semua penelitian sudah menunjukkan bahwa masker mampu mencegah penularan dan yang paling penting mampu menurunkan angka kematian akibat kasus Covid-19-19 yang berat. 

Ia tetap mengajak masyarakat melakukan 4M yakni menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak lebih dari 1 meter, mencuci tangan dengan air sabun atau hand sanitizer dan menghindari kerumunan.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat, perusahaan dan seluruh stakeholder, bahwa penanganan pasien yang terinfeksi Covid-19 menggunakan pedoman penanganan Covid-19 revisi ke-5 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor 413 tahun 2020.

Pedoman ini terbit atas dasar rekomendasi World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang merupakan rangkuman dari banyak hasil penelitian yang sudah dilakukan di seluruh dunia.

Ada beberapa perbedaan mendasar dalam penanganan pasien COVID-19, antara lain pasien terkonfirmasi positif yang tidak memiliki gejala (OTG) dan atau gejala ringan, maka tidak perlu dilakukan perawatan di RS.

Namun wajib melakukan isolasi mandiri (di rumah maupun tempat isolasi yang disediakan) selama 14 hari sejak, dihitung dari sejak tanggal swab yang menyatakan hasil positif. 

"Pasien pada kriteria ini tidak memerlukan swab PCR ulang,"ungkap pria yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Dumai ini menjelaskan.

Kedua, pasien terkonfirmasi positif yang memiliki gejala sedang dan berat dan atau pasien yang memiliki faktor risiko dan komorbid (penyakit penyerta) yang dapat memperberat perjalanan penyakit Covid-19, harus dilakukan perawatan di RS. 

"Dan pasien dapat dinyatakan sembuh bila telah selesai menjalani terapi di RS, serta didukung perbaikan klinis atau hasil swab yang menyatakan negatif,"terang dia.

Dari penjelasan diatas, dirinya meminta untuk semua pihak bisa memahami pedoman penanganan ini. 

"Kita masih tetap harus waspada terhadap Covid-19, namun bila terinfeksi COVID-19 bukan berarti hidup kita berakhir. Semua orang bisa sembuh dari penyakit ini, asal cepat dideteksi dan diberikan terapi. 

Kami juga berharap agar masyarakat tidak memberikan Stigma atau penilaian buruk kepada penderita COVID-19. 

Justru kita harus memberikan dukungan moril dan juga materiil seperti bantuan pangan untuk keluarga yang menjadi kontak eratnya,"terangya memaparkan.

Keberhasilan Dumai dalam menekan penyebaran COVID-19 dan menghentikan jumlah kematian akibat penyakit COVID-19 ini ada di tangan seluruh masyarakat Dumai. 

"Semua harus bergotong-royong dan aktif dalam melaksanakan 4M. Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri dalam menangani COVID-19 ini. Jika ingin pandemi ini cepat berlalu, maka disiplinkan diri menjalani 4M,"tukasnya.(kll)