Ekonomi

Mobil Beserta Emas dan Ruang Kelas Untuk Pondok Pesantren Disalurkan Bank RiauKepri

MERANTI, RIAULINK.COM - PT Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang melakukan penyerahan doorprize hadiah program tabungan Bank Riau Kepri Sinar Bedelau.

Penyerahan Grand Prize satu unit mobil Honda Brio dan 30 logam mulia emas antam satu gram di gelar di Kantor Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang Jalan Diponegoro, Senin (19/10/2020).

Direktur Utama Bank Riau Kepri Dr H
Andi Buchori yang hadir dalam kesempatan itu berharap grandprize ini menjadi motivasi bagi masyarakat Kepulauan Meranti untuk bertransaksi di Bank Pemerintah Daerah.

"Kami berharap pentingnya dengan penyerahan hadiah pada pagi hari ini loyalitas dan juga kesetiaan dari para nasabah ini akan terus meningkat di kemudian hari dan juga kita semua di Bank Riau Kepri bisa terus memberikan atau menjalankan amanah terbaik memberikan manfaat bagi daerah dan juga tentunya memberikan hasil terbaik bagi seluruh masyarakat," kata Andi Buchori.

Dikatakan dia meminta doa seluruh masyarakat, dimana saat ini Bank Riau Kepri sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk mengkonversikan dari Bank Konvensional menjadi Syariah.

"Bank Riau Kepri saat ini sedang menjalankan program yang sangat penting dan saya kira ini juga merupakan keputusan yang akan menjadi sejarah bagi Bank Riau Kepri yaitu konversi Bank Riau Kepri secara penuh menjadi Bank Syariah. Keputusan ini tentunya sudah dikeluarkan dengan berbagai pertimbangan tentunya dengan melihat mempertimbangkan dukungan masyarakat dan juga keinginan dari segenap stakeholders dari Bank Riau Kepri hari ini sudah diputuskan April 2019 lalu," ujarnya.

Buchori menambahkan jika saat ini merupakan kesempatan istimewa, dimana ada tiga direksi yang hadir di satu kantor cabang. Selain dirinya Direktur Utama Bank Riau Kepri juga hadir Direktur Dana dan Jasa, HM Suharto dan Direktur Operasional, H Said Syamsuri.

"Dalam kesempatan ini kebetulan kami hadir full time dan yang teristimewa sekali karena saya dengar belum pernah sebelumnya ada tiga direksi hadir di satu cabang," ujarnya lagi.

Ditambahkan walaupun pada saat ini ekonomi melemah akibat pandemi Covid-19, namun perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti terus bergulir.
 
"Kita melihat besar kesempatan Bank Riau Kepri untuk tumbuh disini dan Kantor Cabang Selatpanjang ini bisa memberikan kiprah yang lebih baik lagi kedepannya. Kita juga melihat  walaupun kita berada pada situasi yang sangat sulit seperti pandemi covid pada saat ini, namun perekonomian juga tetap bergerak. Jika di daerah lain kita lihat ekonominya sedang tiarap pada tapi disini dinamika masyarakat masih terus bergulir dari ini menumbuhkan optimis dan tentu kita juga berdoa agar pandemi covid ini segera berlalu dan kita tentu berharap ekonomi masyarakat akan kembali bangkit secara penuh bahkan lebih tumbuh lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Dengan prinsip universal yang artinya manfaat yang kita berikan sebagai sebuah bank syariah ini inshaallah lebih baik dibandingkan posisi kita atau kondisi Bank Riau Kepri pada saat ini dan tentunya membutuhkan dukungan dari para nasabah sekalian kemudian juga dukungan dari masyarakat dan juga segenap unsur di pemerintahan," pungkasnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan mengatakan pihaknya menyambut baik adanya perubahan status Bank Riau dari konvensional ke syariah. Dia mengatakan dengan perubahan tersebut akan menjadi kebaikan bagi umat Islam.

"Kami menyambut baik adanya perubahan kebijakan dari semua pemegang saham Bank Riau Kepri untuk melakukan konversi total dari Bank Riau Kepri konvensional kepada Bank Riau Kepri Syariah penuh walaupun sebelumnya berdasarkan keputusan pemegang saham beberapa tahun yang lalu bahwa awalnya konvensi ini belum dilakukan secara total Karena pada saat itu semua saham bersepakat akan melakukan split yang mana konvensional tetap dipertahankan dan syariahnya akan ditumbuhkembangkan namun dengan adanya perubahan pimpinan di tingkat provinsi Riau yang merupakan pemegang saham terbesar ini diputuskan bahwa akan melakukan konversi total tentu ini menjadi sesuatu yang baik bagi umat Islam," kata Irwan.

Irwan juga mengatakan kedatangan petinggi dari Bank Riau Kepri ke Selatpanjang merupakan kesempatan yang langka dan bisa dijadikan motivasi bagi para karyawan.

"Saya ucapkan selamat datang kepada Dirut beserta direksi ke Selatpanjang. Seperti yang disampaikan, kesempatan ini agak langka dimana suatu cabang dikunjungi oleh Dirut beserta 2 orang direksi ini tentu penghargaan yang luar biasa dan kami harapkan ini bisa menjadi motivasi bagi keluarga besar Bank Riau Kepri cabang Selatpanjang," ujarnya.

Bupati Kepulauan Meranti yang juga sebagai pemegang saham terbesar di Bank Provinsi Riau itu menceritakan bagaimana pihaknya memfasilitasi beroperasinya Bank yang berstatus syariah.

"Mungkin kami dapat berbagi pengalaman dimana kabupaten ini berdiri pada tahun 2010 Jadi sekarang umurnya kira-kira 10 menuju 11 tahun dengan data penduduk Islam di Kepulauan Meranti sekitar 38 sampai 40 persen dan disini juga banyak pondok pesantren kita itu berasumsi kebutuhan akan perbankan syariah dibutuhkan di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam lalu pada tahun 2012 kami memfasilitasi hadirnya waktu itu Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat di Selatpanjang waktu itu kami berbagi  penempatan dana dengan Bank Riau Kepri Karena pada saat itu Pemerintah Daerah itu bisa menyimpan uang sampai dengan setengah triliun ke kas daerah. Untuk memfasilitasi perbankan bisa masuk ke Meranti dan supaya bisnis berputar lebih kencang pada waktu itu Bank Syariah Mandiri Dan Muamalat masuk disini dan kami menempatkan dana sekitar Rp 150 miliar selama 4 tahun berturut-turut dan itu merupakan komitmen kita. Dan Alhamdulillah Syariah Mandiri masih eksis sampai hari ini tetapi Bank Muamalat tutup pada tahun 2014 setelah 3 tahun beroperasi," ungkap Irwan.

Dia juga mewanti-wanti dimana tidak semua perekonomian di Kepulauan Meranti menerapkan sistem Syariah. Dimana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kepulauan Meranti didominasi dari sagu dan rata- rata pengusahanya adalah warga Tionghoa.

"Walaupun penduduk kita ini mayoritas Islam ternyata bank syariah murni juga tidak bisa berkompetisi juga disini. Perlu kami informasikan ekonomi di Kepulauan Meranti ini terbangun struktur PDRB nya paling besar dari bisnis persaguan. Dimana omsetnya 1 tahun lebih kurang Rp2,5 triliun dan lebih besar dari APBD kami yang besarnya Rp 1,3 triliun. Biasanya perbankan yang menampung hasil perdagangan sagu ini didominasi oleh Bank Panin kemudian BNI dan Bank BRI lalu menyusul sekarang Bank Mandiri dan juga baru berdiri. Ini merupakan suatu pangsa yang besar yang selama ini belum dilihat oleh Bank Riau Kepri. Jadi mungkin beberapa peluang yang mungkin bisa diambil oleh manajemen yang baru sehingga Bank Riau Kepri Syariah ini bisa tumbuh kembang semakin baik," ujar Irwan.

Irwan juga mengatakan, Deviden yang dihasilkan oleh Bank Riau Kepri sebagian persennya dialokasikan untuk 
Corporate Social Responsibility (CSR). Dimana sebagai salah satu pemegang saham terbesar, Bupati diberikan kewenangan penuh untuk mengarahkan  dimana CSR tersebut akan disalurkan.

"Kami sangat mengapresiasi dimana selama ini kerjasama yang dilakukan oleh Bank Riau Kepri bersama pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terjalin sangat baik. Deviden yang diperoleh Bank Riau Kepri itu sekian persen kita alokasikan untuk CSR. Kalau sebelumnya itu kita semuanya berbagi rata dengan 21 pemegang saham, dimana masing-masing memperoleh Rp 1 miliar namun kemarin disepakati ulang bahwa alokasi untuk CSR itu sesuai dengan proporsi saham yang ditempatkan dan untuk masing-masing kabupaten kota itu diberikan kewenangan kepada kepala daerahnya untuk merekomendasikan ini mau diarahkan kemana, dan Alhamdulillah sebagai pemegang saham terbesar ke 4, CSR untuk Kepulauan Meranti tersalurkan dengan baik," pungkas Irwan.

Di Kesempatan yang sama Bank Riau Kepri juga menyerahkan tiga ruang kelas baru bagi Pondok Pesantren Darul Fikri dan ruang kelas untuk Madrasah Aliyah An Nur Kejuruan Desa Anak Setatah. (Aldo)