Lingkungan

Air Pasang Naik, Warga Terpaksa Membayar Penyeberangan Dua Kali

MERANTI, RIAULINK.COM - Banjir yang menggenangi ruas jalan Bandul Desa Mekong Kecamatan Tebingtinggi Barat membuat sejumlah masyarakat (Pengendara,red) menderita. Pasalnya, pengendara tersebut harus membayar dua kali untuk melakukan Penyeberangan.

Terlihat Wartawan Riaulink.com dilapangan, Sabtu (17/10/2020) pagi, Aktivitas Penyeberangan di kempang antara dua pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti ini masih berjalan. Namun, menuju bulan 12 atau dalam momen satu tahun sekali air Pasang Keling (Air Pasang Besar) membuat masyarakat mengeluh lantaran pembayaran penyeberangan dabel.
 
"Tidak ada jalan lain, mau tidak mau kami terpaksa lewat jalan Bandul ini untuk menyeberang. Walaupun air pasang membuat jalan tenggelam," ujar salah satu warga kepada Wartawan.

Diakui penjual ikan ini, Kondisi ini juga memaksa masyarakat untuk antri berjam-jam menunggu giliran menyeberang dengan menggunakan kempang yang ditarik oleh sejumlah pemuda diruas jalan yang tergenang air pasang hingga mencapai satu meter.
 "Kondisi seperti ini harus cepat dibenahi. Bukan kami saja yang lewat diakses ini, Banyak Anggota Dewan bahkan pejabat pemerintahan juga mengunkan jalan ini," jelasnya.

"Sampai kapan derita kami berkahir, Pak dewan dan Pak bupati tolong kami," tambah lelaki yang tak mau disebutkan namanya. (Aldo).