Hukrim

Selundupan Puluhan Karton Miras Ilegal di Rohil Digagalkan

Keterangan : barang bukti mobil pick up mengangkut puluhan karton berisikan miras berbagai merek.(xnc)

DUMAI, RIAULINK.COM - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Upaya penggagalan ini dilakukan pada Senin, 28 September 2020 dini hari. 

Kepala KPPBC TMP B Dumai, Fuad Fauzi melalui Kasi Penanganan Layanan Informasi (PLI) Gatot Kuncoro membenarkan perihal penggagalan penyelundupan miras dari berbagai merek tersebut, Kamis (1/10/2020) siang.

Keberhasilan petugas, dikatakan dia, tidak lepas dari dukungan dari semua pihak yang bersinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum (APH) di Kota Dumai.

Dengan batang bukti berupa 70 karton masing-masing berisikan 12 botol miras berkadar alkohol dan berbagai merek.

Kemudian dua unit kendaraan roda empat jenis mobil pick up beserta lima orang pembawa paket karton yang berisikan miras tersebut tanpa dilabeli (lekat) pita cukai.

Ia menceritakan kronologis penangkapan aksi penyelundup miras tersebut. Hal ini bermula dari informasi masyarakat, jika ada kegiatan mencurigakan di sebuah gudang di wilayah daerah yang beribukota Bagansiapiapi tersebut. 

Diketahui di gudang tersebut ada aktifitas bongkar muat barang yang diduga ilegal. Mendapati informasi demikian, tim Bea Cukai Dumai lakukan pemantauan di gudang tersebut.

Ternyata benar, alhasil didapati pergerakan sebuah mobil pick up yang diduga tengah mengangkut barang ilegal tersebut.

"Kemudian petugas kami mengikuti perjalan mobil pick up tersebut sampai mobil tersebut bertemu dengan kendaraan lainnya yang berada empat juga jenis mobil AVP,"papar dia.
 
Selanjutnya dengan cepat petugas melakukan penghentian kedua mobil tersebut di hari penangkapan sekiranya pukul 01.30 WIB di daerah Kecamatan Ujung Tanjung, Kabupaten Rohil.

Setelah dilakukan pemeriksaan atas muatan ke dua kendaraan, didapati mobil pick up tengah mengangkut barang bukti.

Dari penangkapan tersebut, Bea Cukai Dumai berhasil mengamankan potensi penerimaan negara dari sektor cukai kurang lebih Rp668 juta kita dari nilai barang yang diperkirakan mencapai Rp303 juta.

Sedangkan kelima tersangka yang diamankan di antaranya H, W, B, K dan Z. "Empat di antaranya warga Dumai, seorang lagi warga Rohil,"tuturnya.

Disambung dia, BC berkomitmen untuk amanah menjalankan fungsinya sebagai community protector. "Yakni menlindungi masyarakat dari barang berbahaya dan merugikan kesehatan,"tukasnya. (Kll)