Ekonomi

September 2020, Kota Tembilahan Alami Deflasi Sebesar 0,22 Persen

INHIL, RIAULINK.COM - Pada bulan September 2020, Kota Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,83. Tingkat inflasi tahun kalender September 2020 sebesar 1,91 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2020 terhadap September 2019) sebesar 1,71 persen.

Kepala BPS Inhil, Hartono, S.Si menyebut bahwa Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,87 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,48 persen.

"Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,01 persen; serta kelompok pendidikan sebesar 2,81 persen. Sementara kelompok lainnya relatif stabil," Sebutnya kepada Riaulink.com, Kamis (01/10/2020).

Lanjutnya, Hartono menjelaskan bahwa Komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Tembilahan antara lain: udang basah, jengkol, petai, telur ayam ras, emas perhiasan, jagung muda/putren, cabai merah, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, cabai rawit, tomat, ikan belanak, jagung manis, ketimun, terong, susu bubuk untuk bayi dan komoditas lainnya.

"Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 11 kota mengalami deflasi dan 13 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Kota Banda Aceh dan Tanjung Pinang masing-masing sebesar 0,32 persen dan deflasi terendah di Kota Bukittinggi sebesar 0,01 persen," Jelasnya

Tambahnya, Hartono menyebut bahwa Sedangkan inflasi tertinggi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dan inflasi terendah di Kota Pekanbaru sebesar 0,01 persen.

Sebagai informasi, Di Indonesia, dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Kota Timika sebesar 0,83 persen dan deflasi terendah di Kota Singkawang, Jember, dan Bukittinggi sebesar 0,01 persen. Sementara inflasi tertinggi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dan inflasi terendah di Kota Pekanbaru dan Pontianak sebesar 0,01 persen. (Jb)