Ekonomi

LPG 3Kg Langka Dipasaran, Disdagtrin Inhil Belum Tahu Penyebabnya

INHIL, RIAULINK.COM - Kelangkaan Gas LPG 3 Kg atau yang kerap disebut Gas Melon menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sepekan terakhir.

Menanggapi hal tersebut Kabid Perdagangan, H.Arispudin menyebut bahwa belum diketahui penyebab kelangkaaan Gas LPG 3 Kg, karena hingga saat ini tidak ada pengurangan kouta LPG 3 Kilogram (Kg) dari pihak Pertamina ke Agen di Inhil.

"Komunikasi saya dengan pihak Pertamina tidak ada pengurangan, malah sudah diberi kuota tambahan sebanyak 15.000 an tabung oleh Pertamina ke para Agen yang ada," Sebutnya kepada Riaulink.com, Kamis (24/09/2020).

Lanjutnya, Arispuddin menjelaskan bahwa untuk mengatasi kelangkaan tersebut, saat ini pihak Pertamina melalui para agen sudah mulai melakukan operasi pasar di beberapa titik dengan harapan kebutuhan gas LPG masyarakat dapat terpenuhi.

"Kita himbau kepada para agen LPG yang beroperasi agar bisa menertibkan pangkalan-pangkalannya sehingga pendistribusian LPG kepada masyarakat bisa lancar dan tidak terjadi kelangkaan," harapnya.

Lebih lanjut, Arispudin menyebut bahwa agar tidak terjadi kelangkaan, kuncinya para agen harus bisa memberi sanksi kepada pangkalan jika ada yang tidak mengikuti aturan, apakah dikurangi atau di stop jatahnya dan pemberian peringatan.

"Tugas kita sebagai perpanjangan tangan pemerintah, bagaimana kondisi ini bisa stabil, distribusi bisa lancar," Sebutnya.

Terakhir, Arispuddin menghimbau kepada masyarakat untuk membeli gas LPG ke pangkalan-pangkalan terdekat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.

"Jika ada yang menjual diatas HET, dapat dilaporkan kepada agennya," Ungkapnya.

Sebagai Informasi, dari data milik Disdagtrin Inhil pada Desember 2019, ada sekitar 313 pangkalan gas LPG di Kabupaten Inhil dimana kouta yang diberikan Pertamina sekitar 4.3 juta tabung untuk 7 agen namun realisasi dilapangan hanya dapat menyerap sekitar 3.8 juta tabung saja. (Jb)