Politik

Ini Makna Nomor Urut Bagi Paslon Pilkada Dumai 

Keterangan foto : nomor urut yang diperlihatkan oleh Paslon Pilkada Dumai

DUMAI, RIAULINK.COM - Usai ditetapkan nomor urut yang dilakukan secara undi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai, keempat paslon Pilkada Dumai 2020 mengaku puas.

Bagi mereka pada dasarnya tak ada istilah nomor itu yang tidak bagus bahkan setiap nomor itu memiliki makna tersendiri.

Dimulai dari pasang nomor urut satu, Hendri Sandra - Rizal Akbar. Menurut Hendri angka satu bermakna hubungan secara langsung dengan sang Khaliq. 

"Yakni hablumminallah. Namun tetap menyeimbangkan antara hablumminallah dan hablumminannas yakni hubungan seorang muslim dengan Tuhannya serta hubungan manusia dengan manusia lain,"ucap Hendri.

Selain itu nomor urut satu, sesuai dengan visi dan misi untuk menjadikan Kota Dumai sebagai nomor satu di Provinsi Riau.

"Sesuai dengan keinginan kami yang menjadikan Dumai sebagai kota yang 'Handal dan Hebat',"papar dia.

Optimis serupa dituturkan Eko Suhardjo dan Syarifah sebagai Paslon nomor urut dua. Nomor dua sering dilambangkan dengan dua jari yakni telunjuk dan tengah yang salah satu artinya damai.

"Kita berharap pilkada kali ini berlangsung damai dan santun karena kami cinta damai,jadi berapapun nomornya yang penting pilkadanya berjalan damai,"sebut Eko tersenyum.

Senada disampaikan Syarifah. Dia menilai nomor dua merupakan keberuntungan baginya selama ini.

Pasalnya saat pertama kali menjadi legislator maju sebagai nomor urut dua. 

"Kemudian di pemilihan legislatif periode kedua juga menjadi nomor urut dua. Dan semoga dengan nomor dua ini juga mengantarkan kami kepada kemenangan di pilkada nanti,"sebut politisi dari Partai Golongan Karya ini optimis.

Di kesempatan lain, Paisal sebagai paslon nomor urut tiga ini angka tiga merupakan angka istimewa di Dumai.

“Karena tiga kali pemilihan langsung kepala daerah di Dumai semuanya dimenangkan nomor urut tiga. Insya Allah nanti yang menang juga nomor urut 3,” kata Paisal.

Sedangkan Edi Sepen, mengatakan angka empat diartikan sebagai memperbaiki. Itu selaras dengan komitmennya bersama  Zainal Abidin untuk membawa Kota Dumai lebih sejahtera lagi lagi ke depan.

“Kami artikan ketika pemimpin bisa memperbaiki kota Dumai ini, Kami merasa juga diuntungkan dengan nomor urut 4 di kertas suara. Mudah dilihat dan memudahkan kami melakukan sosialisasi,” tukasnya. (Kll)