Pendidikan

Meski Diizinkan Belajar Tatap Muka, Pemko Dumai Tak Ingin Gegabah

Keterangan foto : Wali Kota Dumai, Zulkifli AS

DUMAI, RIAULINK.COM - Kementerian Pendidikan Republik Indonesia mengizinkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada wilayah zona kuning.

Bahkan Mendikbud RI, Nadiem Makarim  sudah mengeluarkan 163 daftar daerah provinsi termasuk kabupaten dan kota yang diperbolehkan proses belajar tatap muka, salah satunya adalah Kota Dumai.

Namun hal ini tak membuat Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah untuk bersikap gegabah. Karena menurutnya perlu dilakukan pembahasan ekstra agar penyebaran Covid-19 tidak bertambah.

Untuk itu, dirinya berencana akan memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai dan organisasi perangkat daerah (OPD terkait untuk mendiskusikan atau merapatkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan sebelum menggelar proses belajar secara tatap muka.

"Kita akan melaksanakan rapat terkait hal ini,bagaimana hasilnya tentunya menjadi yang terbaik untuk di Kota Dumai,"ujarnya.

"Selain itu kita juga tetap mengacu kepada keputusan tingkat daerah provinsi khususnya pusat,"sebutnya.

Andaikan jika pihaknya memutuskan belajar secara tatap muka di sekolah namun tetap mengikuti protokol kesehatan yang ekstra ketat. 

"Termasuk dalam kegiatan belajar nanti, belum secara langsung dibuka sekolah secara keseluruhan di Dumai ini melainkan bertahap,"ucap Wali Kota Dumai dua periode ini memaparkan.

"Kita lakukan dari mulai tingkat SMA dulu, kemudian SMP selanjutnya SD dan TK. Dan tetap kita evaluasi karena kita tidak mau timbul masalah baru, yang jelas kita selaku pemerintah tetap berikan terbaik bagi masyarakat,"sebut mantan Camat Dumai Barat ini menegaskan.

Sementara itu, jika keputusan belajar secara tatap muka ini perlu dilakukan karena memandang anak-anak dengan latar belakang keluarga kurang mampu.

Mungkin saja mereka tak bisa mengakses materi belajar karena faktor ekonomi. Berbeda dengan anak sekolah berlatar belakang keluarga yang mampu, tentu saja mereka bisa mengakses internet dari telepon pintar.

"Jadi inilah pertanyaan yang selalu menjadi persoalan kita hadapi saat ini. Belum lagi belajar secara daring (dalam jaringan) kurang efektif karena belajar secara tatap muka saja, ada sebagian siswa yang tak sepenuhnya memahami materi pembelajaran apalagi virtual educational. Akan tetapi tetap kita hadapi bersama, kita berdoa semoga pandemi ini secepatnya berakhir,"sebutnya mengakhiri. (Kll)