Hukrim

4 Pelaku Curas Sadis Akhirnya Dimankan Polisi

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Sadis, mungkin itulah kata yang cocok disematkan para para pelaku ini. Empat orang pelaku yang melakukan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Pelaku mengincar seorang penagih uang hasil penjualan barang sembako CV. Sumber Rezeki Utama, hingga mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian pipi sebelah kanan, mobil dibakar pelaku serta kerugian uang tunai sekira Rp.150 juta Rupiah.

Kejadian di Jalan Raya Pekanbaru - Danau Bingkuang, Kecamatan Tambang Kampar pada Kamis (27/7/2020) lalu.

Direskrimum Polda Riau Kombes Zain Dwi Nugroho didampingi Kabid Humas Kombes Narto Saat menggelar konferensi pers mengatakan korban bermaksud menuju ke Pekanbaru setelah melakukan penagihan di Pasar Air Tiris Kampar. 

"Para pelaku yang sudah mengamati dan mengikuti korban melakukan aksinya dengan cara menghalang - halangi laju mobil korban menggunakan mobil pick up sewaan, memepet mobil korban dengan sepeda motor. Kemudian salah satu menembakkan senpi kearah kepala korban dan mengenai rahang hingga akhirnya korban menghentikan kendaraannya. Selanjutnya Pelaku merampas mobil korban dan uang dalam tas ransel milik korban. Pelaku kemudian mengikat korban dan membuangnya di perkebunan karet Desa Sungai Pinang, Tambang Kampar," terang Direktur Kriminal Umum, Selasa (11/8/2020).

Kombes Zain menambahkan Untuk menghilangkan jejak, para pelaku membakar mobil  korban di perkebunan kelapa sawit Desa Petapahan.

"Pelaku membagi hasil kejahatannya dan masing-masing mendapat sekira Rp16 juta. Selanjutnya para pelaku kabur. Ditreskrimum Polda Riau dibantu Satreskrim Polres Kampar bergerak cepat dengan melakukan oleh TKP dan membentuk Tim khusus," jelasnya. 

Dari hasil penyelidikan, tim mendapatkan informasi keberadaan para Pelaku di dua tempat yaitu di daerah Kampar dan Lampung dan pada Selasa (4/8/2020). Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Riau berhasil menangkap 4 dari 6  pelaku di dua tempat tersebut secara bersamaan, yakni FM yang ditangkap di Way Kanan Lampung yang mempunyai peran ikut merencanakan curas dan melakukan penembakan terhadap korban menggunakan senjata api rakitan jenis revolver, membuang korban dan membakar mobil korban.

Pelaku EH als KH ditangkap di Tapung, EH berperan mensurvey perjalanan korban, memepet dan menahan laju mobil korban.

Pelaku WL ditangkap di Tapung berperan membonceng TSK FM dan ikut membakar mobil korban.

Pelaku WY ditangkap di Rumbio Jaya Kampar peran menyediakan tempat atau rumahnya untuk para tersangka berkumpul membagi uang hasil Curas.

Dua pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui masih dalam pengejaran. 

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku ingin mendapatkan uang dengan jalan pintas untuk alasan ekonomi, membayar hutang dan untuk membeli narkoba (2 tersangka positif mengkonsumsi narkoba).

"Para tersangka dijerat pasal 365 ayat (4) KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama - lamanya 20 tahun penjara," tutup Zain Nugroho. (Wan)