Kesehatan

PT IKPP Bantah 66 Karyawannya Positif Covid-19, Budhi Yuwono: Mereka Ngarang

Sekretaris gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono

SIAK, RIAULINK.COM - PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak membantah bahwa karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 66 orang.

Menurut Humas PT IKPP, Armadi mengatakan hanya 15 orang karyawan yang bekerja di PT IKPP yang positif Covid-19. Itupun tenaga kerja sub kontraktor (vendor) dari PT Truba yang didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan.

"Sebetulnya pencatutan data mengenai orang yang bekerja di IKPP itu adalah keliru. Faktanya yang diperoleh adalah 66 orang terkonfirmasi virus Corona itu jumlah secara global yang ada di Kecamatan Tualang," kata Armadi, Jumat (7/8/2020). 

Sambungnya, sisa 51 orang lagi merupakan klaster masyarakat sipil sekitaran Kecamatan Tualang, termasuk salah satunya Kepala Puskesmas Perawang.

"Di perusahaan kami sebelum bekerja terlebih dulu mereka (karyawan) ini kita lakukan cek atau tes swab. Intinya kita tetap mewajibkan test ini sesuai protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah," katanya. 

Mengetahui statement dari pihak PT IKPP itu, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono menyanggah pernyataan tersebut. Menurutnya PT IKPP telah menuding data dari pemerintah itu salah.

"Tak benar itu, mereka "Ngarang". Jangan korbankan masyarakat Tualang lah, kalau mau buka-nukaan data silahkan. Kalau memang data kami salah gugat saja," berang Budhi saat dikonfirmasi riaulink.com melalui telepon selulernya, Sabtu (8/8/2020).

Dikatakan Budhi lagi, sebenarnya jika memang di IKPP banyak yang positif Covid-19 itu bukan aib. Yang penting PT IKPP komitmen dalam mencegah dan menanganani kasus Corona di wilayahnya. 

"Sekarang itu jangan lagi debat soal data, tapi bagaimana cara agar kita itu bersinergi untuk memutus mata rantai penyebarannya," kata Budhi yang juga menjabat sebagai asisten I Setdakab Siak itu.

Budhi juga menyampaikan meskipun yang terkonfirmasi positif itu tenaga kerja sub kontraktor di PT IKPP mereka harusnya melapor bahwa ada suplai atau mendatangkan tenaga kerja dari luar. 

"Karena jika PT IKPP tidak memanggil kan tidak akan sampai tenaga kerja itu di perusahaannya. Jadi langkah pencegahan itu yang harus dioptimalkan. Kita juga akui selama ini PT IKPP sangat ketat, tapi kalau sudah ada itu harusnya juga ditangani lebih intensif," terangnya. (Wahyu/***)