Politik

Duh, Bawaslu Dumai Temukan Tiga PPS Gunakan Jasa Joki 

DUMAI, RIAULINK.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Dumai menemukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) menggunakan jasa orang lain yang tak berkompeten (joki) dalam melakukan pencocokan dan penelitian (coklit).

Coklit sendiri merupakan tugas yang dilakukan oleh PPDP dalam pemutakhiran data pemilih dengan bertemu pemilh secara langsung dan berdasarkan data  dari RT/RW atau nama lain dan tambahan pemilih.

Sementara tahapan pilkada saat ini dilakukan proses coklit yang sudah berjalan sejak 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020 nanti.

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kota Dumai, Zulfan kepada wartawan, Senin (3/8/2020). 

Disampaikannya, Bawaslu berhasil menemukan dua PPDP di Kecamatan Sungai Sembilan yang menggunakan joki.

Menurut dia, kedua PPDP yang menggunakan joki tersebut sudah mendatangi sekitar 19 rumah pemilih.

Dijelaskan dia, tak hanya dua PPDP di Kecamatan Sungai Sembilan saja melainkan satu PPDP di Kecamatan Dumai Kota.

"Kita menemukan sekitar 198 formulir coklit yang sudah diditandatangani sebelum joki menjalankan tugas coklitnya,"terang dia.

Zulfan mengaku jika temuan ini sudah dilaporkan ke panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita juga menyarankan agar mereka (PPS, PPK dan KPU) agar mendatangi kembali ke rumah pemilih yang didatangi joki agar hasilnya akurat,"terang Zulfan.

Menurutnya proses pencoklikan ini sangat penting, sehingga sebelum proses pencoklikan seluruh PPDP mendapatkan bimbingan teknis (bimtek), hal tersebut dilakukan agar proses pencoklikan bisa berjalan lancar dan hasilnya akurat.

Ia juga menekankan kepada KPU agar PPDP menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan wewenang yang berlaku.

"Kalau joki yang melakukan pencoklikan sudah pasti tidak sah dan tak ada SK dari KPU,"pesannya menegaskan.

"Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi, karena kita memerlukan data yang valid,"tukasnya.(kll)