Ekonomi

Di Tengah 'Bayangan' Covid-19, Bupati Siak Tetap Temani Petani Panen Semangka

SIAK, RIAULINK.COM - Ditengah pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat menurun akibat dampak dari wabah ini. Namun tidak menjadi halangan bagi petani semangka di kecamatan Tualang Barat, mereka justru memetik hasil dari panen raya buah semangka.

Bupati Siak Alfedri yang hadir pada panen raya semangka itu, menyampaikan pemerintah mendorong kelompok tani menanam tanaman semangka. Melalui gerakan menanam holtikultura untuk meningkatkan ekonomi warga masyarakat.

"Kami sangat senang, bisa panen raya perdana semangka bersama warga di sini (Perawang Barat)," kata Alfedri, Senin (3/8/2020).

Dijelaskannya, saat ini ada sekitar 30 hektar luas kebun semangka yang tersebar di beberapa tempat. Kelompok tani Maju Bersama ini memiliki jumlah 25 orang anggota. Rencana semangka yang akan di panen berada di atas lahan seluas 2 hektar, dengan perkiraan penen 15 ton per hektar.

"Pemerintah mendorong warga menanam palawija holtikultura untuk dibudidaya masyarakat termasuk padi, karena kita ingin swasembada pangan, ketahanan pangan. Minimal mampu memenuhi kebutuhan lokal," terangnya.

Lanjutnya, adanya keinginan kelompok tani untuk memiliki hand tractor atau cultivator cakar. Kata bupati Ini menjadi prioritas ke depan, karena untuk mendapatkan alsintan (alat mesin pertanian) terlebih dahulu di berikan kepada kelompok yang sudah lama termasuk sejak awal mengusulkan.

"Usulan dari warga menjadi proritas kami ke depan, hanya saja bantuan terlebih dahulu diberikan kepada kelompok tani lama yang sejak awal mengusul. Namun usulan baru tetap menjadi proritas kita," tegasnya.

Bukan tidak beralasan pemerintah, membatasi penyaluran bantuan bagi para petani, hal itu disebabkan adanya pengalihan anggaran disemua satuan kerja, untuk penangganan Covid-19. 

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Maju Ginda Mulya menyampaikan, kelompok tani ini anggotanya terdiri anak-anak muda. Mereka bercita-cita ingin menjadi bos di usahnya sendiri.

Di hadapan Bupati Alfedri, Ginda meminta bantuan alat mesin pertanian seperti hand tractor karena selama ini untuk mengarap lahan masih mengunakan manual. Jika dengan mesin untuk menghaluskan tanah, ke depan lahan akan bertambah luas, hasil pun meningkat.

"Kami tidak banyak meminta pertama perhatikan kami, kedua kami mohon dibantu alat pertanian dan modal usaha. Kelompok tani pemula masih membutuhkan pendampingan dari penyuluh pertanian sehingga harapan kami kebun semangka ini ke depan bertambah luasnya," tutupnya.

Panen semangka itu sesuai protokol kesehatan Covid-19, semua undangan memakai masker.

Hadir dalam acara itu, Camat Tualang, anggota dewan Siak, Penghulu Tualang Barat, ketua kelompok tani maju bersama beserta puluhan anggota, tokoh agama dan ratusan warga sekitar perumahan BTN. (Wahyu/***)