Hukrim

Dua Kurir Narkoba di Tangkap, 'Barang Panas' Jadi Kunci Penjemputan Sabu 15,8 Kilogram

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil mengungkapkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 15,8 kilogram.

Selain menyita barang bukti haram tersebut, Ditresnarkoba Polda Riau juga mengamankan dua orang pelaku kurir narkoba berinisial DDM (36) dan YH (49).

"Barang haram tersebut diselundupkan melalui pulau Rupat Bengkalis, yang berasal dari negara Malaysia," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Suhirman, Kamis (9/7/2020).

Pelaku diupah perbungkus dengan bayaran Rp5 juta, dengan total 16 bungkus paket sabu.

"Kedua tersangka menjemput sabu-sabu itu dengan sandi 'Barang Panas' jika ingin menjemputnya," ujarnya.

Lanjut Suhirman menjelaskan, pengungkapan berawal dari adanya laporan masyarakat.

Berawal dari informasi itu, Polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, mobil itu ditemukan tengah parkir di penginapan di Kecamatan Rupat Utara. Tak lama berselang, mobil yang membawa 'barang panas' tersebut keluar dari Pulau Rupat menuju Dumai. 

"Selama proses penjemputan hingga keluar dari Pulau Rupat kita terus ikut mereka. Hingga di pelabuhan RoRo Dumai, kita langsung melakukan penghadangan dibantu Dinas Perhubungan," ujarnya. 

Saat penangkapan berlangsung pada Senin (5/7/2020), Polisi menemukan seluruh paket sabu-sabu tersebut tersimpan di dalam mobil. "Sabu-sabu disimpan di bawah kursi bagian tengah," tuturnya. 

Dari interogasi petugas, sabu-sabu itu rencananya akan dikirim ke seorang pengendali berinisial SM. Kepada polisi, tersangka mengaku SM menunggu di sebuah rumah makan di Kota Dumai. SM jugalah yang nantinya berperan untuk mengedarkan narkoba itu. 

Namun, Herman mengatakan bahwa pada saat penangkapan berlangsung cukup menarik perhatian masyarakat. Bahkan, akibat ramainya masyarakat sempat membuat jalur menuju kapal RoRo tersendat. 

"Proses penangkapan sangat menyita perhatian masyarakat karena menimbulkan kemacetan. Ini yang menghambat pengembangan kita untuk menangkap SM. Kemungkinan pada saat penangkapan itu SM telah mendengar kabar penangkapan tersebut sehingga kabur," ujarnya. 

Akan tetapi, Herman mengatakan telah memasukkan SM sebagai buronan. Jajarannya masih terus menyelidiki SM untuk menangkap salah satu pengendali narkoba dalam jumlah besar tersebut. (WAN)