Sosbud

Tetap Produktif Saat Pandemi, Milenial Kuansing Ini 'Ciptakan' Pupuk Organik Cair

KUANSING, RIAULINK.COM - Sejak adanya Pandemi Covid-19, banyak sekali dampak yang di timbulkan baik itu dari dampak sosial, dampak Ekonomi dan lain sebagainya.

Namun, disaat Pandemi Ini melanda seluruh Dunia, ternyata ada peluang yang ditangkap oleh seorang anak muda dari Kabupaten Kuantan Sengingi (Kuansing)- Riau untuk tetap berproduktifitas semaksimal mungkin.

Peluang yang dimaksud adalah memanfaatkan buangan industri pengolahan tahu dan bonggol pisang menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Meningkatkan produksi pertanian dibidang Hortikultura.

"Kami melihat hanya sektor pertanian hortikultura yang tidak begitu terdampak dengan adanya Pandemik Covid-19 ini. Kita sama-sama tau bahwa setiap rumah tangga tentu butuh pangan yang sehat, Dan untuk mewujudkan pangan sehat itu juga dibutuhkan asupan unsur hara yang juga sehat bagi tanaman, salah satunya adalah Pupuk Organik Cair (POC)," Sebut Willi Heriko & Cahya Persada Founder Pupuk Organik Cair HEPAGRO asli produk buatan putra daerah Kabupaten Kuansing.

Lanjutnya, Willi Heriko menjelaskan bahwa Pupuk Organik Cair (POC) berasal dari olahan buangan industri pengolahan tahu dan bonggol pisang yang difermentasi menjadi pupuk organik.

"Peluang ini harus segera dimanfaatkan, karena setelah dilakukan percobaan, penelitian hingga pengujian kandungan unsur hara di Laboratorium Dinas Pertanian Provinsi Riau dan Laboratorium Universitas Andalas, Sumatra Barat. Kami semakin percaya diri untuk mendukung ketersediaan pangan sehat dengan memproduksi pupuk organik cair tersebut," Jelas Willi dan Cahaya yang merupakan Alumnus Universitas Islam Kuantan Sengingi (UNIKS) Riau dengan penuh semangat.

Ditempat terpisah, salah seorang Petani Muda yang telah menggunakan Produk POC buatan Millenial Kuansing ini menjelaskan bahwa ada perbedaan hasil pada kebun sayur yang dia garap beberapa waktu lalu antara menggunakan POC dan Pupuk Kimia.

"Tanaman Sayur Bayam dan Kangkung yang disemprot menggunakan pupuk organik cair, batang tanamannya lebih lembut dan daun yg lebih lebar semetara Kalau rasa mungkin sama-sama enak. Tapi yang pasti, sayuran yang menggunakan pupuk organik cair akan lebih sehat karena tidak menggunakan/mengandung residu bahan kimia dari pupuk atau pestisida kimia," sebutnya.

Selain itu, Produk POC buatan millenial yang berasal dari Kota Jalur - Riau ini juga mendapat apresiasi dari Akademisi yang juga merupakan Ketua Program Studi Agroteknologi Kampus Univ. Islam Kuantan Sengingi, Deno Okalia, MSi. 

"Kita sangat bangga ada alumni yang mampu mengaplikasikan ilmu-ilmunya setelah lulus di perguruan tinggi. Terlebih produk yang dibuat tersebut adalah rumpun dari Keilmuan Pertanian Terpadu yang merupakan kompetensi ilmu yang telah dipelajarinya selama dikampus, Hasil karya ini bukan hanya mampu mendongkrak produktivitas pertanian, namun mampu memacu prestasi alumni dan mahasiswa yang punya kreatifitas tinggi," Sebut Deno Okalia.