Sosbud

Kadisbud Riau: Sejarah Harus Dikuatkan, Agar Tak Ada Musibah Kebudayaan

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Kebudayaan sebagai payung negeri menjadi salah satu pondasi untuk mencapai visi Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul di Indonesia (Riau Bersatu). Hal tersebut juga telah digariskan dalam poin keempat misi Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen mengatakan bahwa upaya pemajuan kebudayaan hendaknya juga menjadi tanggung jawab bersama dan tidak terpaku hanya pada lingkup satu instansi atau segelintir kalangan. 

"Kebudayaan ini sebetulnya dalam undang-undang nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, tanggungjawabnya bukan saja ada pada dinas kebudayaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab dari beberapa OPD terkait," kata Yose.

"Misalnya, dinas sosial, dinas pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa, biro kesejahteraan rakyat, dinas pariwisata, kesemuanya itu terintegrasi. Termasuk misalnya Dinas PU terkait dengan sarana dan prasarananya. Sehingga, capaian yang kita inginkan betul-betul menjadi kenyataan," tambah Yose lagi.

Menyoal kebudayaan, ungkap Yose, juga tidak bisa terlepas dari sejarah masa lalu.

"Kalau dulu orang memiliki perspektif bahwa sejarah harus ada masa lalu. Tapi sekarang perspektifnya masa depan harus menjemput masa lalu,"paparnya.

Karena itu, tentunya hal tersebut juga harus dibarengi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para guru sejarah.

"Guru-guru sejarah juga sangat diperlukan untuk mengajarkan sejarah kepada anak-anak kita. Mengajarkan persoalan-persoalan kebudayaan di negeri ini. Kalau ini tidak dikuatkan, kita tahu bahwa musibah itu tidak hanya banjir dan asap, tapi juga kita akan menghadapi musibah kebudayaan kalau kita tidak sama-sama menjaga dan merawatnya," demikian Yose.(mc)