Riau

Gugus Tugas Covid-19 Tanggapi Hoaks Soal Riau Positif 29 Orang dan RS Penuh

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Baru-baru ini, beredar kabar terkait pernyataan mengejutkan yang disebut-sebut dari sejumlah dokter spesialis paru-paru Provinsi Riau, terkait Covid-19. Kabar itu pun membuat masyarakat semakin resah.

Dalam pesan beredar di WhatsApp itu, seakan berisi pernyataan para dokter itu berbunyi: 

Dokter spesialis paru Riau sepakat untuk semua orang di Riau selama 2 Minggu ini dirumah saja, jangan keluar-keluar. Ini sudah disarankan ke pemerintah.

Tapi ditolak, karena Jokowi sudah keluarkan kebijakan New Normal, jadi Pemerintah Daerah tidak berani lagi buat PSBB.

Jadi pesan dr Indra Yovi Sp.P, jagalah keluarga kalian di rumah karena sekarang kasusnya lebih berbahaya dan lebih banyak pada saat PSBB dulu, inert immunity.

Siapa kuat daya tahan tubuhnya dia yang menang, jangan keluar rumah, jangan shalat di masjid dulu, jangan ke sekolah dan tetap stay at home.

Selain itu, Pekanbaru masuk zona Merah, hari ini 29 orang positif Covid-19, 1 orang meninggal. Lalu ruang rawat Covid-19 di RSUD sudah penuh dan ICU Pinere Covid-19 juga penuh.

Isi pesan itu dibantah oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yopi, Sp.P. Dia mengatakan perhimpunan dokter spesialis paru di seluruh Riau ada 32 orang dan belum pernah mengeluarkan statemen resmi tentang hal di atas.

"Itu hoaks. Jumlah harian tertinggi di Riau ada 27 orang, belum pernah ada 29 orang," bantah Indra saat dihubungi halloriau.com, lewat keterangan resmi pesan singkat aplikasi WhatsApp, Kamis (25/6/2020) siang.

Terhadap penetapan PSBB, kata Indra adalah kewenangan Pemerintah Pusat. Sementara informasi beredar bahwa ruang rawat Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah penuh dan ICU Pinere Covid-19 juga penuh, katanya juga tidak benar.

"ICU Pinere di rumah sakit masih ada tempat. 1 sampai 2 minggu ke depan hindari aktivitas yang tak wajib di luar rumah jaga kesehatan dan keluarga kita. Kata-kata realnya ini, tambahan kata lainnya, hoaks," tegas Indra.