Sosbud

Data Bansos Covid-19 di Siak Banyak Penerima Ganda dan Tumpang Tindih

SIAK, RIAULINK.COM - Penyaluran bantuan sosial berupa sembako yang bersumber dari APBD Kabupaten Siak, telah disalurkan untuk tahap awal dimasing-masing kecamatan pada bulan Mei lalu.

Ternyata, ada sekitar 1400 data keluarga penerima manfaat bansos Covid-19 yang masih tumpang tindih, ganda, tergolong mampu, tidak ditemukan dan meninggal. Bahkan, ada pula data yang KKnya di luar Kabupaten Siak.

Sebagai contoh di Kampung Tumang, Kecamatan Siak. Berdasarkan data yang didapatkan Riaulink.com, dari 32 keluarga penerima manfaat di sana, diantaranya sebanyak 24 KK tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Pangan (BSP), BLT DD, BLT Pusat dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian 7 penerima lagi berasal dari luar Siak dan 1 penerima tidak ditemukan.

Penghulu Kampung Tumang, Muhammad Taher mengaku bansos sembako tahap I di wilayahnya hingga kini belum disalurkan, sebab semua data penerima yang diajukan ke kecamatan masih tumpang tindih setelah diverifikasi kembali.

Sewaktu dilaksanakan Musyawarah Kampung Khusus (Muskamsus) untuk menetapkan data penerima, Taher mengatakan masih berpatok pada data fasilitator dari Dinas Sosial, bukan murni dari RT/RW setempat.

"Kami tak lagi mengecek data dari fasilitator itu, sebab waktu penyaluran bantuan sudah mepet, jadi itu yang dipakai. Karena data penerima invalid, Maka paket sembako itu masih ditahan di kantor. Kami sudah mengganti data tersebut agar penerima tepat sasaran, sebelum penyaluran bansos tahap II bulan depan," kata Taher saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (24/6/2020).

Camat Siak, Tengku Indra Putra mengatakan pihaknya telah mengecek ulang setiap data yang diterima oleh kecamatan. Jika ditemukan adanya kesalahan, bantuan tersebut belum dapat disalurkan.

"Memang ada kesalahan pada data penerima sebelumnya. Sesuai aturan memang penerima tidak boleh bentrok, makanya yang ganda itu bansosnya ditahan dimasing-masing desa dan kelurahan sambil menunggu data pengganti. Kalau sudah ada pengganti nanti paket bansosnya tetap disalurkan pada tahap ke II. Artinya pengganti tadi dapat paket bansos dua kali," jelas Camat Siak itu.

Tengku Indra juga mengatakan, untuk penyerahan bansos tahap II pada awal Juli mendatang, pihaknya sudah melakukan verifikasi data penerima agar benar-benar tepat sasaran.

"Data penerima untuk tahap II ini sudah diserahkan ke Dinas Sosial, ada penambahan dan pengganti dari data sebelumnya. Sudah betul-betul dicek," terang Camat Siak.

Plt Kepala Dinas Sosial, Robiati melalui sekretarisnya, Wan Idris mengatakan data penerima bansos merupakan usulan dari desa dan kelurahan di kecamatan masing-masing sesuai dengan Perbup nomor 34 tentang pengusulan keluarga penerima manfaat bantuan sosial Covid-19.

Menurutnya, Dinas Sosial telah menyalurkan sembako sesuai dengan data yang diajukan dari kecamatan.

"Penyaluran bansosnya sudah sesuai. Kalau untuk data ganda kemaren pihak kecamatan sudah menginstruksikan agar diganti," kata Wan Idris.

Jika masyarakat, kata dia, ada yang merasa berhak mendapatkannya tapi belum terdata bisa melapor ke RT setempat, agar dapat dimasukkan dalam penambahan penerima manfaat.

"Sebab yang berperan mendata itu adalah RTnya. Data itu nanti ditetapkan ke dalam Muskam, kemudian diserahkan ke kecamatan, dari kecamatan baru ke Dinsos. Terakhir data diserahkan ke Bupati. Kami tidak membatasi jumlah penerima, berapa yang ditetapkan segitu yang dianggarkan," jelasnya.

Diharapkannya, RT yang melakukan pendataan harus aktif. Jangan ada persepsi negatif terkait pembagian bansos dimasyarakat, apalagi menjadi kecemburuan sosial.

"Jangan ada lagi yang sudah dapat bansos sembako dapat pula BSP, PKH, atau BLT lainnya, karena per KK hanya dibolehkan satu bantuan. Soal kondisi masyarakatnya itu RT yang tahu. Menjelang tahap II ini harus sudah benar-benar valid datanya, agar untuk tahap III tinggal melanjutkan," katanya. (Wahyu/***)