Ekonomi

Derita Tukang Tenun di Tengah Covid-19, Banting Setir jadi Reseller Sembako

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Rumah tenun Kampung Bandar, memulai kembali aktivitas membuat kain tenun yang di buat dengan alat tenun. Sempat lama vakum saat diterapkannya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini telah usai di Kota Pekanbaru.

Diakui pemilik rumah tenun ini tidak ada penjualan sejak bulan April yang lalu, dan para anggota terpaksa banting setir menjadi reseler sembako untuk memutar roda perekonomian. 

Salah satu sentra pembuatan kain tenun berada di Kota Pekanbaru, di Jalan Perdagangan Senapelan Kota Pekanbaru.

"Selama pandemi Covid-19 di Riau, penjualan kain tenun menurun drastis, bahkan sejak bulan April, penjualan kain tenun tidak ada sama sekali, sehingga 16 anggota rumah tenun  terpaksa banting stir menjadi reseler sembako untuk memutar roda perekonomian," kata Wawa Edini, selaku ketua kelompok Swadaya Masyarakat Pucuk Rebung Rumah Tenun, Senin (8/6/2020) sore.

Untuk diketahui, Rumah Tenun ini dikelola dengan swadaya dan memperdayakan ibu - ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan menenun dan hasilnya terapkan bagi hasil.

"Kita rumah tenun kampung bandar itu sebenarnya tidak pakai menggaji, sistemnya bagi hasil," ujarnya.

Berbagai motif kain tenun atau songket berhasil dibuat oleh rumah tenun ini, seperti motif siku awan, siku keluang, pucuk rebung dan tampuk manggis.

Dalam pengerjaannya sendiri bisa memakan waktu hingga dua pekan, tergantung kerumitan motif yang diinginkan.

"Sedangkan untuk harganya sendiri, kami membandrol di harga Rp400 ribu hingga Rp2 juta rupiah," jelasnya. 

"Semoga dengan dibukanya kembali pariwisata di Riau dan tetap mengikuti protokol kesehatan, diharapkan dapat kembali menggeliatkan perekonomian UMKM dan ekonomi," harapnya.(WAN)