Sosbud

Sempat Heboh Pemotongan Dana BLT, Ini Penjelasan Kadis DPMD Inhil

Plt Kepala dinas DPMD Inhil Budi N Pamungkas

INHIL, RIAULINK.COM - Penyaluran Bantuan Lansung Tunai Dana Desa (BLT-DD) saat ini selalu menjadi perbincangan di tengah masyarakat desa, Baik itu dari segi Jumlah penerima manfaat, Besaran Nilai manfaat, dan Proses Penyalurannya.

Seperti yang heboh baru-baru ini, bahwa salah satu Desa di Inhil memotong Dana BLT-DD sebesar 50.000 rupiah per Penerima manfaat. 

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Budi N Pamungkas menyebut bahwa kejadian tersebut tidak benar.

"Tidak benar, Mungkin masyarakat salah persepsi saja dalam menyikapi penyaluran BLT-DD tersebut," Sebutnya Kepada Riaulink.com, Sabtu (06/06/2020).

Lanjutnya, Budi N Pamungkas menjelaskan bahwa saat ini Penyaluran BLT- DD di beberapa Desa Sudah Non Tunai. Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Bupati Indragiri Hilir Nomor: Kpts.402/V/ HK 2020 Tentang Penetapan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) secara Non Tunai di Kabupaten indragiri Hilir.

"Jadi, Saat ini sudah ada beberapa Desa di Inhil yang penyaluran BLT-DD dengan Non Tunai, termasuk di Desa yang heboh saat ini," Jelasnya.

Lebih lanjut, Budi N Pamungkas menjelaskan Bahwa Pemotongan dana BLT-DD tersebut bukan dilakukan oleh Pemdes Setempat, akan tetapi dana yang terpoton tersebut merupakan saldo awal yang harus tertinggal di buku rekening pemilik.

"Jadi, yang diterima penerima manfaat memang Rp. 600 ribu tapi yang bisa diambil cuman Rp. 550 ribu karea Rp. 50 ribunya jadi saldo di Buku rekening (sudah menjadi ketentuan dibeberapa Bank bahwa setiap pembukaan Buku rekening harus ada saldo awalnya). Maka untuk pengambilan Dana BLT tahap selanjutnya akan Utuh sesuai besaran nilai manfaat karena sudah ada Saldo Awalnya," Jelas Plt Kadis PMD Inhil. Jb