Metropolis

Alfedri Bersyukur, Kasus Positif dan PDP Covid-19 di Siak Nihil

SIAK, RIAULINK.COM - Sudah tiga hari kasus positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Siak nihil. Bupati Siak, Alfedri bersyukur dengan kondisi ini. Ia juga senang mendapat kabar kepulangan semua santri dari Magetan, Jawa Timur yang terkonfirmasi positif sembuh dan negatif hasil swab ke empat dan ke limanya.

"Syukur alhamdulillah tiga santri yang dari pesantren di Magetan, Jawa timur terkonfirmasi positif sudah sembuh dan dibawa pulang. Keluarganya juga dinyatakan negatif berdasarkan hasil swabnya, artinya mereka yang membawa virus itu juga tidak menularkan ke orang lain atau tidak terjadi transmisi lokal," Kata Alfedri kepada Riaulink.com, Kamis (4/6/2020).

Alfedri mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua unsur yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di Siak. Menurutnya, berhasilnya penekanan penyebaran virus Corona ini berkat usaha dari tim Gugas dan kesadaran masyarakat.

"Tentunya ini semua berkat kerja keras dan semangat pelayanan terbaik dari teman-teman tenaga medis dan garda terdepan lainnya. Kami atas nama Pemkab Siak berterima kasih yang setulusnya kepada tenaga medis di RSUD Tengku Rafian yang menangani pasien dan semua unsur yang membantu penanganan Covid-19," Kata dia.

Atas keberhasilan itu, Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan insentif kepada pendukung tim medis yang juga bekerja menangani Covid-19.

"Seperti Cleaning Service rumah sakit, supir ambulan termasuk petugas protokol pemakaman itu kita siapkan dari daerah. Kalau insentif untuk dokter spesialis, dokter umum dan paramedis sudah dianggarkan oleh Menteri Keuangan," Katanya.

Meski kasus positif dan PDP di Siak nihil, Alfedri mengharapkan masyarakat disiplin untuk tetap melakukan pola hidup bersih sesuai protokol kesehatan agar terhindar dari virus Corona. 

"Kita harapkan jangan ada nanti gelombang ke dua, jangan diabaikan protokol kesehatan. Untuk itu kita harus menjaga pola hidup bersih agar terhindar dari Covid-19 dan segala penyakit," Harapnya. (Wahyu/***)