Metropolis

726 Jamaah Haji Inhil Batal Diberangkatkan ke Tanah Suci

INHIL, RIAULINK.COM - Pemerintah Pusat, melalui Menteri Agama (Menag), akhirnya mengumumkan keputusan pembatalan keberangkatan Haji tahun 1441 H/2020 M bagi seluruh calon jamaah haji (CJH) di seluruh Indonesia, termasuk calon jamaah haji asal Inhil.

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam jumpa pers yang disiarkan langsung melalui YouTube, Selasa (02/06/2020).

Sementara, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Harun melalui Kasi Haji, 
H. Guspiandi, S.Ag. MM. Mengatakan bahwa pembatalan keberangkatan CJH tersebut juga dikarenakan Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum membuka akses bagi pelayanan penyelenggaraan jamaah haji tahun 2020 

"Oleh karena itu, sesuai dengan SK dari Kemenag RI, maka penyelenggaraan haji tahun ini dengan berat hati terpaksa di batalkan. kita yang di daerah tentu mengikuti keputusan pemerintah pusat," Sebutnya kepada Riaulink.com.

Lanjutnya, H. Guspiandi menjelaskan bahwa untuk Calon Jamaah Haji asal Inhil yang batal diberangkatkan berjumlah 726 Jamaah.

"Jamaah haji reguler dan jamaah haji khusus yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 M, menjadi calon jamaah haji pada penyelenggaraan tahun 1442 H/2021 M, artinya setoran pelunasan BPIH pada penyelanggaran tahun ini akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelolan Keuangan Haji (BPKH)," jelasnya.

Selain itu, H. Guspiandi menyebutkan bahwa bila mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2020. untuk CJH yang sudah melunasi dan tidak mau mengambil uangnya maka nantinya akan ada nilai manfaat bagi mereka dan akan diberikan 30 hari sebelum keberangkatan pada tahun 2021 mendatang.

"Namun jika ada CJH yang ingin mengambil uangnya juga dipersilahkan mengurus dengan proses dan teknis yang sudah disiapkan," sebutnya.

Terakhir, Pihak Kemenag Inhil tetap meminta para CJH yang batal diberangkatkan agar tetap mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan karena memang jamaah haji yang sudah terdaftar banyak yang berusia 50 tahun keatas.

Bagi CJH yang tidak berangkat tahun ini dimohon bersabar dan bertawakkkal kepada Allah SWT, karena semua ini insya Allah ada hikmahnya dan tentunya dalam situasi pandemi covid 19 ini pemerintah ingin menjamin kesehatan, keselamatan dan keamanan jamaah yang dalam ajaran Islam dikenal sebagai hifzh an-nafs atau menjaga keselamatan jiwa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan penyelenggaraan ibadah haji," Tutupnya. (Jb)