Nasional

Pelaut Australia Korban Begal di Laut Sumsel Sehat, Apresiasi Aparat RI

Nowicki sempat berbicara dengan pihak kedubes hingga wartawan Australia (dok. Istimewa)detik.com

RIAULINK.COM - Pelaut asal Australia, Tadeusz Nowicki (sebelumnya ditulis Kadeus Nobisqi), yang jadi korban perampokan di perairan Sumatera Selatan (Sumsel) dalam kondisi sehat. Kondisi pelaut berusia 70 tahun itu terus dipantau petugas setiap harinya.

"Saat ini dia dalam kondisi sehat. Kita cek kesehatan dia, kita juga penuhi kebutuhan logistik dan komunikasi," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Polda Lampung memfasilitasi Nowicki untuk berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Australia. Kedubes Australia saat ini sedang mengurus administrasi Nowicki karena dokumen miliknya hilang saat dirampok sejumlah orang.

Polda Lampung juga menangani Nowicki bersama Gugus Tugas COVID-19 Lampung. Usai mengalami kejadian nahas pada Jumat (22/5) lalu, kapal Nowicki berada di perairan Tulang Bawang Lampung untuk menjalani isolasi sebagai protokol Civid-19.

"Gugus Tugas COVID-19 Lampung mengecek kondisi kesehatan dan logistik dia. Hasil rapid test dinyatakan sehat, tidak reaktif apalagi positif. Dan dia merasakan puas dengan pemerintahan Indonesia. Dia sangat terkejut diberi fasilitas komunikasi. Dia sebagai korban memberi apresiasi kepada kepolisian. Karena kan dia diselamatkan di tengah lautan," jelas Pandra.

Lalu apa tujuan Nowicki ke Jakarta? "Mencari inspirasi, dia adventurer. Dia suka bertualang," ujar Pandra.

 

Dalam video yang diterima, terlihat petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel darah Nowicki untuk kepentingan rapid test Corona. Selain itu, ada juga momen saat pihak kepolisian memberikan roti dan selai.


"I would like to say, deep from my heart, terima kasih for the police in Indonesia and Indonesia because wonderful action and a lot of help for me (dari lubuk hati aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kepolisian Indonesia dan Indonesia karena tindakan dan bantuan kepadaku)," ujar Nowicki.

Dalam video lain, terlihat pula anggota polisi membantu Nowicki berkomunikasi menggunakan ponsel. Nowicki terdengar menceritakan pengalamannya dan mengabarkan kondisinya saat ini.

Dia mengatakan mesin kapalnya tidak dapat dihidupkan karena ada sejumlah barang yang hilang. Dia ingin berada di tempat yang aman.

"Sulit untuk dijelaskan karena peristiwa itu terjadi pada malam hari dan gelap. Aku merasa lebih baik, ini perasaan yang cukup menyenangkan. Aku ingin ada di tempat yang aman," ujar Nowicki.

Nowicki berlayar sendirian dari Australia menuju Jakarta. Namun nahas, di tengah pelayaran dia menjadi korban pembegalan di perairan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Dia menyebut ada pelaku ada sekitar 10 orang dan ada yang membawa senjata api.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/5) tengah malam. Namun Nowicki selamat. Dia lalu menekan tombol alat keselamatan pelayaran emergency position indicating radio beacon (EPIRB).

Sinyal darurat tersebut lalu diterima International Maritime Organization (IMO) dan diteruskan kepada Kedubes Australia di Jakarta. Hingga akhirnya polisi bersama aparat lainnya menemukan Nowicki berada di perairan Tulang Bawang, Lampung.