Peristiwa

Korban Tenggelam Dimeranti Ditemukan, Kapolsek: Ada Penyakit Ayan

MERANTI, RIAULINK.COM - Sur (24) merupakan warga RT02 RW 06 Perawang Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu ditemukan di Perairan Desa Selat Akar dalam keadaan terlungkup.

Ditegaskan Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK melalaui Kapolsek Merbau Iptu Saharuddin Pangaribuan kepada Riaulink.com , Rabu (27/05/2020) pagi kalau korban memiliki riwayat penyakit Epilepsi (Ayan,red).

Dibeberkan Kapolsek, penemuan mayat tersebut terjadi pada Rabu tanggal 27 Mei 2020 sekira pukul 06.15 WIB di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Perairan Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dijelaskan Kapolsek, kalau pada senin tanggal 25 Mei 2020 sekira pukul 18.00 WIB, korban Suripto pergi memancing menggunakan sampan di perairan desa Selat Akar dan kemudian pada hari selasa tanggal 26 Mei 2020 sekira pukul 07.00 WIB sampan korban ditemukan oleh saksi Nawi di perairan Desa Selat Akar namun korban tidak ada didalam sampan.

Lanjut cerita, kemudian anggota Kepolisian Sektor Merbau melakukan upaya pencarian bersama dengan masyarakat kemudian Pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2020 sekira pukul 06.15 wib korban ditemukan dalam Meninggal dunia di Tepi Perairan Desa Selat Akar.s

"Setelah di temukan korban dibawa ke rumah korban untuk dikebumikan serta dilakukan Visum et revertum oleh Pihak Puskesmas Desa Bandul namun tidak ditemukannya Tanda tanda kekerasan," kata Iptu Saharuddin Pangaribuan.

Sementara itu kata Kapolsek kalau pihak keluarga membuat surat pernyataan, bahkan korban memiliki riwayat penyakit Epilepsi (Ayan), dan pihak keluarga korban tidak ingin korban di lakukan Autopsi dan keluarga korban menerima korban meninggal dunia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,kalau pencarian korban dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bandul Brigadir Sisunardi, 4 Personil Polsek Merbau, Babinsa Bandul Pelda Albiner Nababan, Kades Selat Akar Acim, Sekdes Bandul Ayang, Aggota Dishub Bandul Deki Adrianto, Anggota Satpol PP Sawaludin dan masyarakat hamoir 60 orang. (Aldo)