Metropolis

11.046 Pelanggan PLN di Siak Bebas Biaya dan Diskon 50 Persen

SIAK, RIAULINK.COM - Berdasarkan kebijakan Presiden Joko Widodo soal pembebasan tarif listrik, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Siak menggratiskan dan memberi diskon kepada 11.046 pelanggan se Kabupaten Siak.

"Untuk daya R1 450 VA yang digratiskan ada sebanyak 1.776, sedangkan daya R1 900 VA  yang subsidi diberi diskon sebanyak 9.270 pelanggan. Itu selama tiga bulan yaitu April, Mei, Juni," Kata Manejer PLN ULP Siak, Heru Tri Wibowo kepada Riaulink.com, Jumat (3/4/2020) di ruang kantornya.

Dijelaskannya, untuk pasca bayar daya 450 VA tak perlu membayar dan yang 900 VA subsidi saat bayar akan terpotong 50 persen direkeningnya.

Sedangkan khusus yang prabayar akan diberi token setiap bulannya. Caranya dengan mengirim Whatsapp ke nomor 08122123123. Bisa juga dengan mengunjungi website www.pln.id, disitu ada ikon stimulus untuk pelanggan subsidi.

"Untuk yang prabayar atau token, gratisnya itu diberi berdasarkan pemakaian tertinggi ditiga bulan terakhir. Sedangkan yang diskon langsung terpotong harga tokennya," Jelas dia.

Untuk pelanggan yang non subsidi sebanyak 20.899 pelanggan yang tidak mendapat gratis dan diskon.

"Pelanggan non subsidi 900 VA pasca bayar sebanyak 5.177 dan yang prabayar sebanyak 15.722. Mereka tak dapat program pemerintah karena tidak pelanggan bersubsidi," Urai Heru.

Meski adanya kebijakan penangguhan pembayaran tersebut, Heru memastikan pelayanan terhadap listrik untuk masyarakat tetap maksimal, khususnya wilayah ULP Siak.

"Ditengah pandemi Covid-19 ini kami juga terus berusaha memaksimalkan kinerja. Dan tidak pengaruh meski biaya digratiskan," Lanjut dia.

Jika ada kendala di lapangan, pelanggan bisa melapor di layanan online PLN antara lain call center 123, website PLN dan aplikasi mobile. Jika masih ada pelanggan yang melapor ke kantor, kantor layanan tetap buka tapi terbatas.

"Makanya kami menyediakan hand sanitizer, tempat untuk cuci tangan, serta alat pengukur suhu tubuh. Semua itu dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan wabah Covid-19," Tutup dia. (Wahyu)