Metropolis

Miris, Dua Warga di Meranti Ini Hidup Menunggu Belas Kasihan

MERANTI, RIAULINK.COM - Sangat disayangkan, respons dan Pemerintah Desa (Pemdes) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dinilai kurang. Hal tersebut terungkap disaat kedua adik beradik ini menceritakan kepada media Riaulink.com belum lama ini. 

Diceritakan, Kedua beradik tersebut bernama Normah (45), Kapas (68) warga RT001/RW003 desa Mengkirau, Kecamatan Merbau. Perempuan tua yang belum pernah menikah tersebut setiap harinya hanya menunggu belas kasihan dari tetangga maupun Masyarakat yang menyisihkan rezeki mereka untuk mengisi perut. 

Bahkan, setiap hari jika mereka tidak memiliki beras maupun bahan makanan. Mereka hanya memanfaatkan tumbuhan (Sayuran, red) yang tumbuh diperkarangan rumah mereka untuk dimasak tumis dan direbus dengan tunggu kayu. 

"Jika tidak ada makanan, kami hanya makan sayur saja dan itu sering kami lakukan untuk mengisi perut, " kata Kedua Wanita tua ini menyampaikan kepada Riaulink.com dengan terbata-bata. 

Dengan pakaian yang lusuh, kedua wanita tua ini memperlihatkan bagaimana mereka menyediakan (Masak) sayur yang baru diambil untuk dimakan. Selain itu, mereka sempat mengatakan kalau sampai saat ini kepedulian Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten belum pernah dirasakan. 

Diakui mereka, umur kami sudah tua dan kami tidak peduli uban yang memutih dikepala. Walaupun kondisi kami seperti ini, kami hanya pasrah dan menerima belas kasihan dari masyarakat sekitar. 

"Terkadang ada bantuan beras untuk kami dari masyarakat sekitar, Namun tidak setiap hari kami terima dan kami pun mengucapkan terima kasih atas kepedulian mereka terhadap kami, " ujar Normah dengan raut wajah begitu sedih. 

Lanjut cerita, kalau kondisi mereka saat ini memang sudah tidak bisa bekerja dan matanya sudah mulai tak jelas untuk melihat seperti orang normal biasanya.

Selain itu, diketahui Wartawan kalau untuk berkomunikasi dengan mereka agak terlalu susah lantaran mereka jarang bergabung dengan masyarakat sekitar. 

Sementara itu, Kepala Desa Mengkirau Toha saat dikonfirmasi Wartawan Riaulink.com lewat telepon genggam mengatakan kalau mereka pernah kami masukan nama mereka untuk menerima rumah namun mereka sendiri tidak mau dengan alasan bangunan tersebut harus ditanah mereka. 

"Itu benar warga kami, kemarin kami sudah mendata nama mereka untuk rumah namun mereka tidak mau. Selain itu, apakah mereka menerima Non PKH atau tidak maka nantinya akan kami lakukan pengecekan, " jelasnya. (Aldo)