Politik

Aneh, KPU Siak Gagalkan Kelulusan PPK Ini Gegara Unggahan Video Lawak 2018 Silam

SIAK, RIAULINK.COM - Efendi yang sudah lulus menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pusako digagalkan dengan alasan mengunggah video lucu di akun Facebook miliknya.

Dikatakan Efendi, dirinya pernah mengunggah video lawak tentang seseorang makan buah semangka pada tahun 2018, jauh sebelum dia mendaftat PPK. Dan video inilah yang dijadikan alasan KPU Siak tidak meluluskan Efendi menjadi PPK Pusako.

"Saya dipanggil pada Minggu sore (23/2) di Kantor KPU Siak, di situ saya ditanyai soal postingan facebook saya tahun 2018 dan status Facebook saya, soal status hanya sekilas saja saya ditanyai, namun untuk yang video ditanya berulang kali," Kata Efendi kepada Riaulink.com, Kamis (27/2/2020).

Dari hasil pengumuman yang disampaikan KPU, Efendi masuk pada sepuluh besar dengan urutan ke lima, namun pada seleksi berikutnya yakni meminta tanggapan masyarakat, Efendi dinyatakan tidak lulus karena seseorang yang melaporkan dirinya ke KPU.

Efendi menilai bahwa postingan di akun facebooknya tidak sedikitpun berbau politik, sehingga ia mengherankan kenapa ia dijagal KPU Siak meski Efendi berada pada urutan ke lima dalam sepuluh besar tersebut.

"Jujur aku heran sebenarnya, jika ada laporan dari masyarakat tentang saya, ya harus jelas juga kan, kita juga gak mau kalau yang melaporkan juga berkepentingan, dan takutnya orang partai yang memang tidak suka saya berada di dalam PPK," Jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU Siak, Agus Hariyanto mengatakan, awalnya karena ada tanggapan dari Bawaslu Kabupaten Siak supaya diklarifikasi terkait  pengumuman kelulusan peserta PPK, karna ada tanggapan dari masyarakat yang disertai dengan alat buktinya.

"Dan kita panggil yang bersangkutan dimintai keterangan maka dikeluarkanlah pengumuman lagi dan dia (Efendi) tidak memenuhi syarat dan diduga tidak netral. Makanya kita rapatkan dan menetapkan dia belum bisa di PPK Pusako," Kata Agus Hariyanto melalui telfon seluler dan menyebutkan bahwa dirinya sedang di Bali.

Ditempat terpisah, Komisioner Bawaslu Kabupaten Siak, Ahmad Dardiri menerangkan awalnya ada laporan dari masyarakat kepada Panwascam Kecamatan Pusako serta membawa bukti dan hal itu kita teruskan kepada KPU Siak untuk ditelusuri laporan dari masyarakat tersebut.

"Hal itulah yang kami (bawaslu) teruskan ke KPU setelah itu KPU kan harus menelusuri lagi bagaimana kebenaran dari laporan tersebut, selanjutnya terserah KPU  meluluskan apa gak. Sebab itu bukan di wilayah kami, dan kami pun bukan merekomendasikan untuk tidak diluluskan," Beber Ahmad Dardiri. (Wahyu)