Metropolis

Ajie Panatagama: Saya Sebenarnya Tak Sanggup Berdiri di Sini, Saya Minta Maaf

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau menggelar acara pisah sambut kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah lV - Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dan pisah sambut kepala seksi lalu lintas angkutan jalan wilayah IV - Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, bertempat di Ballroom Prime Park Hotel, Rabu malam (26/2/2020) sekira pukul 19.00 Wib

Dimana diketahui bahwa Kepala BPTD wilayah IV - Provinsi Riau dan Kepulauan Riau yaitu S. Ajie Panatagama, ATD, MT akan digantikan oleh Ardono, ATD, MT dan kepala Seksi lalu lintas angkutan jalan bapak Yugo Kristanto, S. SIT akan digantikan oleh bapak Efrimon, S. SIT, MM

S. Ajie Panatagama, ATD, MT dalam kesempatan kata sambutannya mengatakan dirinya sangat berterima kasih atas seluruh undangan yang hadir dalam pisah sambut dirinya.

"Saya sangat berterima kasih kepada tamu undangan yang hadir baik itu dari DPR-RI dan dari Dirlantas Polda Riau baik dari Polresta dan Arhanud 13 serta instansi terkait lainnya," ungkapnya.

"Sebenarnya saya tidak sanggup berdiri disini pak, tapi karna waktu juga memisahkan kita, tapi tugas dari pimpinan kita yang dipusat mengembankan kita untuk menghadapi tugas tugasnya," sambung S. Ajie Panatagama, ATD, MT.

Ditambahkan Ajie Panatagama, dirinya mengucapkan memohon maaf jika ada kata kata yang salah, terkhusus kepada seluruh staff organisasi atau struktural yang ada. 

Sementara Ardono, ATD, MT selaku Kepala BPTD Wilayah IV - Provinsi Riau dan Kepulauan Riau yang baru saat diwawancarai mengatakan bahwa rotasi dilingkungan kementrian perhubungan khususnya perhubungan darat sudah hal yang biasa. 

"Saya baru 2 setengah tahun tapi sudah sangat sering, buktinya saya aja sudah 3 kali di rotasi, pertama Kalsel, kedua Jambi, ketiga Riau dan Kepri," tuturnya Ardono.

Dikatakannya lagi, untuk langkah awal dirinya akan melakukan pertemuan kesemua stake holder atau instansi terkaitnya dalam waktu dekat. 

"Saya beserta jajaran mohon dukungan semua pihak internal maupun eksternal, agar minimal sama dengan pak ajie syukur bisa lebih baik lagi, ini kan zaman berkembang terus tentu peristiwa dan kejadian atau modus modus terus berkembang, mohon dukungan dengan stakeholder terkait," harapannya.

Selain itu, dirinya juga nantinya akan melakukan sosialisasi tentang penanganan kendaraan Over Loading (ODOL), ini bukan sekedar penertiban tapi kesadaran.

"Penanganan ODOL ini adalah kesadaran, untuk itu pada pihak yang terkait terutama operator atau pemilik kendaran, dan perusahaan pemilik barangnya, dan para drivernya, untuk sadar bahwa ODOL ini memberikan dampak negatif yang luar biasa, dimana kendaraan yang ODOL ini jalannya menjadi pelan, yang nantinya bisa membuat kemacetan serta membuat pengendara lain tidak nyaman," pungkas bapak Ajie Panatagama. (Df)