Metropolis

Wakil DPRD Riau Soroti Angka Pengangguran yang Tinggi di Dumai

Keterangan foto : Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Hardianto foto (baju putih) bersama Bakal Cawako Dumai, Nita Ariani usai melakukan reses dan sejimlah tokoh masyarakat

DUMAI, RIAULINK.COM - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Hardianto melakukan kegiatan resesnya di salah satu daerah pemilihannya yakni Kota Dumai sebagai dapil lima.

Pada kesempatan itu politisi Gerindra ini, melakukan kegiatan resesnya di empat kelurahan di antaranya Simpang Tetap Dahrul Ihsan (STDI), Kecamatan Dumai Selatan, Laksamana, Kecamatan Dumai Kota dan Buluh Kasap juga Jaya Mukti yang sama-sama wilayah Dumai Timur.

Khusus di Kelurahan Jaya Mukti, Hardianto menyoroti keluhan yang disampaikan salah seorang warga setempat mengenai tingginya angka pengangguran di Kota Dumai.

Menurut dia masih banyak pemida-pemudi Dumai masih kesulitan mencari pekerjaan di daerah yang dijuluki kota industri ini. 

Tentu saja ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat Dumai. Padahal seharusnya Pemko Dumai harus serius menegakan Perda Provinsi Riau nomor 10 tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan.

Dengan komposisi penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 70 persen berbanding dari tenaga kerja dari luar yang hanya 30 persen saja.

Apalagi Dumai sendiri sudah mengeluarkan Perwako Dumai nomor 37 tahun 2017 penyerapan tenaga kerja lokal 100 persen.

"Nah sudah seharusnya perda terakit bisa sitenkankan kepada semua perusahaan yang ada di Dumai,"ucap dia.

Tak itu saja, pria asli Dumai ini juga menyesalkan kondisi balai latihan kerja (BLK) yang berada di Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan dibangun Pemprov Riau kini sudah terbengkalai.

"Tak terurus, bahkan bisa dibilang mati suri. Untuk itu saya juga berjanji akan membawa permasalahan BLK ini untuk didudukkan bersama stakeholder yang ada,"ucap dia.

"Dengan begitu kita akan tahu apakah akan dikelola oleh Pemprob Riau atau diserahkan pengelolaannya ke Kemenalerttans RI agar terciptanya SDM  yang unggul bagi masyarakat Riau khususnya Kota Dumai agar bisa bersaing secara sehat dengan skill yang mereka miliki,"tukasnya.(Kll)