Metropolis

Pelindo I Inhil Siap Mendukung Pemda untuk  Mengoperasikan Pelabuhan Parit 21

INHIL, RIAULINK.COM - General Manager (GM) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I cabang Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Yusrizal menyatakan siap melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Inhil untuk mengoperasikan Pelabuhan Parit 21.

Yusrizal menyebutkan bahwa mengacu pada Undang-undang No. 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran, disebutkan bahwa siapa saja bisa mengoperasikan Pelabuhan. ternyata pelabuhan bisa di operasikan oleh baik dari BUMN Pelindo I, Swasta, Perorangan atau Badan usaha lain, melalui kerjasama dengan Pemda, termasuk Pelabuhan Parit 21.

"Untuk bisa mengoperasikan Pelabuhan Parit 21, harus ada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan Pelindo merupakan salah satu badan usaha yang bergerak di bidang kepelabuhanan, artinya kalau Pemda Inhil mengajak Pelindo I bekerjasama sebagai Operator Pelabuhan, jika badan usahanya belum ada, kami siap," sebut Yusrizal Kepada Riaulink.com, Selasa (25/02/2020).

Lanjutnya, atau jika sudah ada BUP-nya, bisa meminta Pelindo I cara pengoperasiannya, walaupun Pelindo I ini bukan berkapasitas sebagai Operator Pelabuhan Parit 21, karena pengalaman kami dalam pengoperasian pelabuhan.

"Usaha yang dibuat oleh Pemda Inhil masih dalam bentuk BUMD, untuk mengoperasikan Pelabuhan Parit 21 harus ada BUP tadi yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan," ungkapnya. 
   
Lebih lanjut, Yusrizal mengatakan Pihaknya yang juga sering diajak sharing bagaimana cara pengoperasian pelabuhan, dan siap mem-back up Pemda untuk  mengoperasikan Pelabuhan Parit 21, 

"Kami membuka diri, karena salah satu tugas kami selain mencari devisa untuk dana APBN Negara, juga harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena visi Pelindo I salah satunya ikut memacu pertumbuhan ekonomi wilayah," jelasnya.

Selain itu, Yusrizal menyebut Permasalahan saat ini pertumbuhan ekonomi di wilayah Inhil kurang berkembang, karena tidak adanya tempat mengirimkan barang-barang, hasil bumi dan olahan daripada masyarakat di Inhil.

Yang pada akhirnya, masyarakat mencari pelabuhan di Kabupaten tetangga untuk mengirimkan hasil masyarakat, dan itu membutuhkan biaya tidak sedikit.

Oleh karena itu, GM Pelindo I Tembilahan, Yusrizal berpesan kepada semua pihak yang berkepentingan dalam Pelabuhan Parit 21, agar secepatnya berkoordinasi.

"Koordinasikan antar semua pihak yang berkepentingan, baik itu Pemprov Riau dan Pemda Inhil, mencari jalan keluar, siapapun yang menjadi operator Pelabuhan baik itu Pemda, Pelindo 1 atau pihak swasta lain untuk mengoperasikan Pelabuhan Parit 21 itu secepatnya, agar keluar masuknya barang melalui jalur laut bisa lebih terbuka, artinya ekonomi juga bisa tumbuh dengan baik," pesan Yusrizal. (Jb)