Hukrim

Polres Dumai Ungkap Sindikat Sabu yang Dikendalikan dari Lapas Gobah

Keterangan foto : Kapolres Andri Ananta Yudhistira bersama Wakapolres Alex Sandy Siregar, Kasatres Narkoba Polres Dumai, AKP Novarianti mengungkapkan penangkapan dan barang bukti sabu yang dikendalikan oleh napi Lapas Gobah.(dpnc)

DUMAI, RIAULINK.COM - Wakapolres Dumai, Kompol Alex Sandi selaku ketua tim khusus melakukan penangkapan enam orang yang terlibat dalam jaringan narkotika jenis sabu asal Negara Malaysia.

Dimana keenam tersangka tersebut di antaranya AHP (27), PA (28) dan APS (30) yang merupakan warga Dumai dari Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan.

Sedangkan LS (22) dan EP (27) merupakan warga Kota Pekanbaru termasuk NT (29) warga Kabupaten Bengkalis.

Rencanya narkotika tersebut akan dibawa ke Pekanbaru yang akan diedarkan di sana namun dibawah kendali dari Lapas Kelas II A Gobah Pekanbaru melalui telepon seluler.

Hal ini berdasarkan keterangan resmi dari Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira sore, Selasa (25/2/2020) kepada wartawan. 

Pada pengamanan tersebut dilakukan selama dua hari dan di tempat terpisah, yakni pada Jumat, 21 Februari 2020 dan Sabtu, 22 Februari 2020. 

Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan barang bukti 7 kg sabu yang dibungkus di dalam kemasan teh Cina yang disimpan dalam tas ransel. 

Menurut Andri, sindikat dikendalikan oleh narapidana EP yang merupakan warga binaan Lapas Kelas II A Gobah Pekanbaru.

"Dengan setiap kali kegiatan pengiriman narkotika dengan melibatkan orang yang sama,”ujar Kapolres.

Dikatakannya, kegiatan ini sudah terjadinya empat kali yang dikendalikan oleh EP.

Penangkapan diawali pada Kamis, 20 Februari 2020 malam pekan lalu, kala itu timsus mendapatkan informasi dari warga akan ada masuk narkoba jenis sabu dari seberang (Malaysia) menuju pelabuhan tikus yang ada di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai yang rencananya akan dijemput oleh AHP dengan sepeda motor.

Kemudian timsus pun langsung bergerak, dengan melakukan indentifikasi terhadap AHP yang akan menjemput barang tersebut (BB) tersebut.

Selanjutnya timsus melakukan pengejaran dan penangkapan, sehingga AHP pun berhasil diamankan berikut BB sekiranya pukul 00.20 WIB.

Selain sabu 7 kg dan satu unit sepeda motor Merk Yamaha jenis Aerox dengan nomor polisi BM 2004 JT di Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai.

Dari hasil interogasi AHP, ia mengaku kalau dirinya mendapat perintah melalui sambungan telepon selulernya dari EP dari lapas selaku otak sindikat dan NT yang merupakan istri tersangka EP.

Di dalam pembicaraannya mereka ditelepon, direncanakan usai AP menerima barang tersebut, nanti akan datang utusan untuk menjemput barang haram tersebut.

Sementara AP sendiri setelah menerima barang tersebut dijanjikan akan mendapatkan uang sebesar Rp20 juta.

"Namu baru diterimanya Rp10 juta melalui transferan di BCA,"ungkap Andri menirukan penjelasan AP.

DI hari yang sama, sekiranya pukul 14.07, timsus pun kembali menangkap tersangka lainnya yakni PA yang akan mengambil sabu dari AHP, yang sudah diamankan terlebih dahulu di parkiran belakang Wisma Elite, Jalan Diponegoro, Kecamatan Dumai Kota.

Lalu polisi pun menginterogasi PA, jika dirinya pun mendapat perintah dari EP dan NT untuk menjemput sabu dari tangan AHP.

PA juga dijanjikan sejumlah uang sebesar Rp50 juta.

Jika dirinya berhasil hingga mengantarkan ke Pekanbaru dan diserahkan ke tersangka LS, PA pun mendapat uang muka Rp2,5 juta sebagai dana tambahan.

Sehingga pihaknya pun membagi dua tim yakni tersangka yakni tim untuk menjemput EP, NT dan LS sedangkan tim di Dumai sudah berhasil menangkap AHP, APS dan PA.

EP sendiri merupakan narapidana Lapas  Gobah dengan perkara yang sama. Dan EP dijatuhi vonis kurungan lima tahun penjara dan sudah dua tahun menjalakan masa hukuman.(Kll)